Pola budidaya sapi di Kaltim selainmengandalkan integrasi sapi dan kebun kelapa sawit kuga mengintegrasikan peternakan sapi di lahan bekas tambang batu bara.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Memacu swasembada daging sapi di Kaltim, Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan Provinsi Kaltim terus berupaya mengintegrasikan kebun kelapa sawit dan peternakan sapi. Begitupun untuk penggembalaan, lahan bekas tambang batu bara dinilai tepat sebagai mitra sinergi.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim, Dadang Sudarya usai penutupan expo dalam rangka Hari Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tahun 2019, di halaman parkir Hotel Atlet, GOR Sempaja Samarinda, Sabtu 912/10).

“Untuk penggembalaan atau mini ranch kita sudah sinergikan antara peternakan sapi dan bekas lahan tambang. Bekas tambang batu bara kan luas, dan tersedia pohon dan pakan yang cukup untuk penggembalaan ternak. Disini juga kita minta peran perusahaan batu bara untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Walau tidak dapat memberi sanksi pada pengusaha, namun ucap Dadang, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dipimpinnya dapat menagih komitmen perusahaan yang berjanji turut berpartisipasi dalam program swasembada daging sapi di Kaltim.

“Kita memang tidak dapat memberi sanksi, namun kita tetap tagih komitmen perusahaan yang pada awal program berkomitmen untuk membantu program swasembada daging sapi ini. Itu saja yang dapat kita lakukan,” ucapnya.

Namun begitu, Dadang mengapresiasi puluhan perusahaan yang telah berkomitmen membangun peternakan sapi baik di dalam kebun kelapa sawit maupun di lahan bekas tambang batu bara.

“Bantuan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit dan batu bara memang membawa dampak bagi kemajuan peternakan di Kaltim. Namun, perlu kerja keras antasa pemerintah, perusahaan swasta dan kelompok tani untuk pengembangan peternakan di Kaltim,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here