Normalisasi Sungai Karang Mumus akan membongkar dan memindahkan warga yang bermukim di sekitar tepian sungai. Karena tanah milik negara, maka tidak ada ganti rugi untuk kawasan Pasar Segiri.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Pengerukan Sungai Karang Mumus untuk normalisasi sungai kini sudah mencapai 96 persen. Kegiatan pengerukan akibat pendangkalan ini seluruhnya dipersiapkan dana sebesar Rp5 miliar.

Namun, obyek pengerukan yang saat ini berada di sekitar kawasan Pasar Segiri masih terbebas dari rumah warga. Jika ada bangunanpun, tanahnya dipastikan milik pemerintah kota Samarinda.

Walikota Samarinda Syaharie Jaang memastikan ada tiga RT warga yang bermukim di sekitar Pasar Segiri, Jumlahnya sekitar 553 Kepala keluarga (KK) dengan jumlah bangunan sebanyak 448 unit bangunan.

“Namun beberapa unit bangunan warga ini tidak kita ganti rugi karena berdiri di atas tanah milik Pemkot Samarinda. Jadi kita dilarang untuk mengganti rugi kepada tanah milik Pemkot Samarinda sendiri,” tegasnya, Kamis (29/8).

Sementara itu, Wakil Walikota Samarinda Muhammad Barkati menyatakan jika tim apresial dan Dinas Pertanahan telah selesai melakukan survei serta pendataan di segmen Gang Nibung di Jalan Dr Soetomo RT 28 Kelurahan Sidodadi.

“Untuk dana sosialnya perkiraan Rp 10-15 jutaan lah per bangunan,”jelasnya.

Dana sosial tersebut akan diberikan kepada pemilik bangunan yang terkena relokasi sungai karang Mumus. Sedangkan untuk penyewa rumah tidak mendapatkan dana kerahiman.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here