Oleh: Andryanto S / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Wakil Presiden HM Jusuf Kalla menyebutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTs) masih menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya berupa investasi yang mahal. JK berpendapat sasmpah lebih murah jika diolah untuk menjadi kompos sehingga mengurai persoalan di kota-kota besar.

“Kalau masalahnya soal sampah, ini kan sebaiknya dijadikan kompos. Banyak yang berpikir untuk menjadikan listrik, tapi listriknya mahal. Tidak pernah bisa feasible. Yang feasible itu ketika menjadi pupuk,” ujar Wapres di Balai Kota Makassar, Minggu (7/10) seperti dikutip Antara.

Wapres membuat pernyataan itu menanggapi rencana pembangunan PLTs di Makassar. Ia mengatakan pembuatan pupuk kompos jauh lebih murah dibandingkan membuat pembangkit listrik dan itu akan sulit berhasil, bukan hanya di Indonesia tapi di beberapa negara lain juga demikian.

“Dibuat kompos itu biayanya jauh lebih murah, daripada dibuat jadi pembangkit listrik. Kompos lebih bisa berhasil. Di negara lain pun jarang bisa berhasil karena mahal. Lebih baik bikin kompos kemudian listriknya kita beli dengan harga lima sen, tujuh sen. Daripada beli listrik sampah 15 sen itu kemahalan,” paparnya.

Mantan menteri bidang ekonomi ini mengemukakan bahwa jangan pernah berpikir kota sebesar Makassar ini bisa menghasilkan listrik melalui sampah, karena pengalaman di negara lain jarang berhasil.

Menurut dia, jauh lebih mudah dan gampang membuat pupuk kompos dan akan jauh lebih menghasilkan dibanding membangun pembangkit listrik tenaga sampah yang mahal. “Jadi lebih baik dibuat kompos dan listrik dibuat dari tenaga lain. Itu juga jauh lebih mudah dan gampang dibuatnya, itulah harapan saya,” ucap Ketua Dewan Masjid Indonesia itu. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here