Pengumuman rekapitulasi suara nasional yang dilakukan oleh KPU di waktu yang tidak lazim, dianggap pengamat dapat menimbulkan kecurigaan masyarakat

Oleh : Muhajir

Poskaltim.com. Jakarta — Pakar Hukum Pidana, Muzakir menilai keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu 2019 tidak lazim dan patut dicurigai. Menurutnya, pengumuman hal-hal berkaitan dengan kepentingan masyarakat harus dilakukan pada jam kerja.

“Pengumuman di luar jam kantor itu bermasalah. Karena kewajiban sebagai penyelenggara negara, termasuk KPU, hal-hal yang penting dalam kaitannya dengan penyelenggara negara disampaikan pada masyarakat, pada jam kantor,” ujarnya saat dihubungi Indonesiainside.id, Selasa (22/5).

Maka idealnya, kata Muzakir, pengumuman hasil Pemilu dilakukan sekitar pukul 08.00-16.00, sesuai dengan aturan jam kantor. Dirinya mengatakan, jika KPU mengumumkan hal tersebut pada jam 02.00 dini hari maka hal itu tidak lazim dan dapat dicurigai.

“Ada apa kok diumumkan di pagi hari padahal pada hari itu orang-orang lagi pada tidur, maka itu patut dicurigai,” ucapnya.

Dia menegaskan, KPU telah menyampaikan ke publik bahwa pengumuman hasil pemilu dilakukan pada tanggal 22 Mei, Seharusnya, penyelenggara pemilu ini memegang ucapannya.

“Karena KPU itu mengatakan akan mengumumkan pada tanggal 22, maka sebaiknya KPU mengumumkan pada tanggal 22 dan pada jam kantor,” ujarnya.

KPU menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional untuk Pilpres 2019 dalam sidang pleno pada Selasa dini hari tadi. Hasilnya, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang atas paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Saksi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pun menolak hasil rekapitulasi ini karena Pilpres kali ini diwarnai kecurangan dimana-mana.(EPJ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here