Gubernru Kaltim Isran Noor (tengah) didampingi Wakil Ketua PT Agama Kaltim HM Manshur,SH, MH (kiri) dan Dirjen Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI, Dr H Aco Nur, SH, MA (kanan) saat meluncurkan tiga aplikasi milik Pengadilan Tinggi Agama Kaltim.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Tingginya angka perceraian di Kaltim yang mencapai 2.000 kasus hingga awal November 2019, menjadikan kasus perceraian sebagai satu kasus yang patut mendapat perhatian pemerintah, tidak saja dari sisi manusianya melainkan juga surat menyurat dan data-data lainnya. Angka perceraian tertinggi di kaltim terjadi di Samarinda, Balikpapan, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Untuk itu, Pengadilan Tinggi Agama Kaltim membuat terobosan dengan meluncurkan tiga aplikasi khusus, dua diantaranya yaitu Aplikasi Sipesut dan Aplikasi VAC, adalah aplikasi khusus perceraian.

Wakil Ketua PT Agama Kaltim HM Manshur,SH, MH menjelaskan, dengan adanya ketiga aplikasi ini diharapkan dapat meminimalisir dan menekan adanya data palsu tentang perceraian.

“Pernah satu ketika pihak bank meminta penelusuran tentang keabsahan akta perceraian karena pihak suami meminjam uang di bank tanpa ingin melibatkan istrinya, sehingga dibuatlah akta perceraian palsu. Begitupun dengan lelaki atau perempuan yang ingin menikah lagi, ternyata masih banyak yang melakukan pemalsuan data,” ujarnya disambut tawa para undangan yang memenuhi ruangan Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa sore, 12/11).

Dengan Aplikasi Validasi Akta Cerai (VAC) , maka keaslian akta cerai dapat dipertanggungjawabkan karena hanya dengan memasukkan nomor akta perceraian, sudah terkoneksi dengan aplikasi validasi data yang tersedia.

Begitupun dengan Aplikasi Sipesut, data perceraian akan dapat terkoneksi dengan data-data kependudukan lainnya, misalnya dari status kawin berubah menjadi janda atau duda, akan mudah terbaca.

Sedangkan Aplikasi Moresipp adalah aplikasi yang digunakan secara daring oleh Pengadilan Tinggi Agama Kaltim untuk melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja petugas Pengadilan Agama di seluruh wilayah hukum Kaltim.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Isran Noor yang membuka acara mengharapkan dengan adanya aplikasi ini akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan modern.

Diakhir acara, juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama Pengadilan Tinggi Agama Kaltim dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kaltim, dan Lembaga Penyiaran Publik RRI Kaltim.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here