Alat berat milik TNI AD mulai bekerja melakukan pengerukan dan pelebaran Sungai Karang Mumus, dalam penganganan darurat banjir Samarinda , yang dikerjakan oleh TNI AD dari Kodam VI Mulawarman dan Korem 091/ASN.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda -– Proses pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) untuk penanganan banjir di Kota Samarinda, dimulai sejak 15 Juli 2019 hari ini, dengan mengambil titik pertama di Gang Nibung Jalan Dokter Soetomo hingga kawasan Pasar Segiri.

Peresmian awal pengerukan dilakukan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Pangdam IV Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, Danrem 091 Aji Suryanata Kesuma, Brigjen TNI Widi Prasetijono serta Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang.

Pengerukan SKM rencananya akan dikerjakan oleh TNI Kodam VI Mulawarman dan Korem 091/ASN untuk mempercepat proses pengerjaan dan untuk menghindari adanya konflik kepentingan warga yang berniat mengganggu jalannya proses pelebaran dan pendalaman anak Sungai Mahakam ini.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, bahwa pihak Pemprov Kaltim sengaja menjalin kerjasama dengan TNI AD karena lebih menguntungkan dan juga cepat dalam pengerjaannya. Apalagi pengerukan ini menjadi situasi darurat harus segera diselesaikan sebelum musim hujan berikutnya turun.

Penanganan darurat banjir Samarinda melibatkan TNI AD untuk prosen pengerjaannya. Nampak Gubernur Kaltim Isran Noor, didampingi Pangdam IV Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, Danrem 091 Aji Suryanata Kesuma, Brigjen TNI Widi Prasetijono serta Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang, meresmikan dimulainya pengerukan Sungai Karang Mumus.
“Kerjasama dengan pihak TNI ini lebih cepat realisasinya, kondisinya juga saat ini sedang dalam keadaan darurat, jadi diperbolehkan menurut aturan kita jalin kerjasama dengan pihak TNI AD. Lagi pula di tubuh TNI AD memang ada satuan yang khusus dalam bidang ini, kenapa tidak kita manfaatkan saja,” ujar Isran Noor kepada awak media, Senin sore (15/7).

Anggaran yang dikucurkan untuk proyek kerjasama ini sebesar Rp1,9 miliar untuk pengerukan sungai sepanjang 1,2 kilometer. Pengerjaan ini pun ditargetkan akan selesai dalam kurun waktu tiga bulan kedepan.
Sementara itu, Pemprov Kaltim masih menganggarkan sebesar Rp20 miliar lagi dalam APBD-Perubahan untuk pengerjaan lanjutan.

Diharapkan dengan pengerukan dan pelebaran anak sungai Karang Mumus ini dapat mengurangi genangan air saat musim hujan turun.

Sementara itu , Pangdam IV Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal dalam pengerjaan ini. TNI AD juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kaltim dalam kerjasama ini sebagai upaya penanganan banjir di Samarinda.

“Yang jelas dengan amanat kita sebagai TNI ialah membantu pemerintah daerah dan penanganan bencana alam. Ini salah satunya dengan melakukan pengerukan di Sungai Karang Mumus. Kita akan menurunkan personel sekitar 60 orang dan juga alat-alat berat yang dimiliki oleh TNI AD,” jelas Pangdam.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here