Rumah warga yang rusak akibar gempa bumi yang terjadi pada Selasa pagi pukul 08.15 Wita dengan kekuatan magnitudo 5,8

Oleh: AZA / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta -– Gempa bumi tektonik menggunacang sejumlah wilayah di Bali dan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kekuatan gempa menjadi magnitudo 5,8.

Sebelumnya diberitakan, jika gempa bumi berpusat di Nusa Dua Bali dengan kekuatan magnitudo 6.9 episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, pada kedalaman 104 km. Gempa ini berkedalaman menengah tersebut menurut hasil pemodelan BMKG tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa dirasakan sangat kuat di daerah Badung (V MMI) dan Nusa Dua (IV-V MMI), Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, dan Lombok Barat (IV MMI). Dirasakan juga di Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara (III MMI), Jember, Lumajang (II- III MMI).

Gempa tersebut disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault),” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta, Selasa (16/7).

Hingga pukul 07.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hati-hati serta tidak terpengaruh pada isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum warga kembali ke dalam rumah. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here