Foto ilustrasi dana APBN.(ist)

Oleh: Bayu Derriansyah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Pekanbaru – Tercatat hingga akhir Oktober 2019, dana APBN yang tersalurkan ke Riau sebesar Rp264,29 miliar, tidak dapat terserap dan harus dikembalikan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau, Bakhtaruddin meyayangkan banyaknya dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tidak terserap maksimal.

Ia menjelaskan, bahwa dana APBN yang sudah dipastikan hangus tersebut terdiri dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp209,68 miliar, Dana Kelurahan sebesar Rp37,94 miliar, dan DID sebesar Rp16,67 miliar.

“Dana transfer di Riau ini larinya belum kencang. Potensi gagal salurnya masih sangat tinggi, totalnya mencapai Rp264,29 miliar yang tidak terserap. Daerah kurang tanggap,” kata Bakhtaruddin dalam seminar APBN dan Kebijakan Dana Transfer Tahun Anggaran 2020 di Pekanbaru, Selasa (29/10/2019).

Bakhtaruddin menjelaskan, penyebab tidak terserapnya sana APBN ini antara lain karena masalah perencanaan, pengadaan, pelaksanaan, dan masalah administrasi lainnya yang mengalami keterlambatan.

Seperti daerah terlambat mengupload persyaratan pencairan DAK Fisik yang sudah ditentukan batas akhirnya paling lambat tanggal 21 Oktober 2019. Sehingga apa bila melewati batas waktu itu, dana tidak bisa dicairkan.

Baca Juga Kapolri : Belum Ada Rencana Menarik Ribuan Pasukan dari Papua
“Mohon ini jadi perhatian ke depannya, supaya berbagai kendala tersebut dapat diminimalisir sejak awal. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan maksimal,” tutupnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here