Pengerjan normalisasi Sungai Karang Mumus titik Gang Nibung telah selesai dikerjakan menyusul empat titik lainnya yang akan dikerjakan pertengahan bulan ini.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Proyek normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) sebagai pengendali banjir di Kota Samarinda, ternyata belum maksimal dalam penganggaran dananya. Proyek normalisasi ini masih menggunakan anggaran dari Pemprov Kaltim tanpa bantuan dana dari Pemerintah Kota Samarinda.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekdaprov Kaltim, Muhammad Sabani mengatakan tahun ini seluruh anggaran normalisasi sungai masih dibebankan kepada Pemprov Kaltim.

“Pada tahun 2020 mendatang baru akan diikutsertakan (pendanaan) dari Pemerintah Pusat dalam normalisasi SKM ini. Kita ingin kegiatan ini tidak saja normalisasi sungai tetapi juga menyeluruh pada penataan pemukiman,” ujarnya Rabu (9/10).

Ia menegaskan jika Pemprov tidak bisa bekerja sendiri dalam penanganan banjir di Kota Samarinda ini. Karena urusan ini juga harus melibatkan Pemkot Samarinda dan masyarakat sekitar. Termasuk, soal pendanaan untuk relokasi rumah warga yang dibebankan kepada Pemkot Samarinda,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Persiapan Normalisasi SKM, Fadli Kasim mengatakan sebenarnya saat ini sedang ada pengerjaan untuk kegiatan lanjutan di empat titik yang dinilai memerlukan pengerukan dan normalisasi. Dana yang disiapkan, ujar Fadli mencapai Rp10 miliar yang berasal dari Dana ABPD Perubahan Pemprov Kaltim.

Empat titik yang segera masuk dalam tahap pengerjaan ini yaitu di titik Jalan Perniagaan Pasar Segiri, Jembatan Jalan Agus Salim, Jembatan Jalan Kehewanan dan Sekitar Jalan Sungai Dama.

“Panjang pengerjaan normalisasi ini sekitar 1,7 kilo meter. Seluruh pekerjaan akan dikerjakan pada pertengahan Oktober ini, dan penyelesaiannya di akhir Desember mendatang,” jelasnya. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here