Dinas Komunikasi dan Informasi (DIskominfo) Kota Samarinda secara resmi meluncurkan Nomor Darurat 112, dan penggunaan kamera pengawas yang terpasang di sejumlah tempat di Samarinda.

Oleh :Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Dinas Komunikasi dan Informasi (DIskominfo) Kota Samarinda secara resmi meluncurkan Nomor Darurat 112, sebagai nomor bantuan bagi warga Samarinda. Peluncuran nomor darurat ini dilaksanakan di ruangan Pusat Komando Diskominfo Kota Samarinda, Selasa (15/10).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayat mengatakan program ini juga baru launching di 36 daerah kabupaten dan kota dari seluruh di Indonesia, termasuk kota Samarinda.

“Adapun tujuan dari hadirnya nomor 112 ini adalah untuk mengakses kebutuhan dan keluhan dari masyarakat yang berurusan dengan kedaruratan atau emergency,” jelasnya.

Dayat mencontohkan jika ada bencana seperti kebakaran, banjir, pohon tumbang dan longsor, dan lain-lain maka masyarakat dapat langsung melaporkan ke operator telepon dan operator langsung memberikan informasi ke pihak organisasi perangkat daerah terkait, untuk segera menanggapi,” ujarnya.

Selain launching nomor tunggal tanggap darurat, Diskominfo juga memperkenalkan ruang kendali berupa kamera pengawas (CCTV) yang terpantau beberapa titik di Kota Samarinda. Sehingga, operator selain menerima panggilan 112, juga memantau melalui layar lebar yang terpasang di ruang pusat komando ini.

“Untuk kamera CCTV kita telah pasang di 26 titik yang tersebar di seluruh Samarinda. Dalam waktu dekat kita akan pasang lagi sebanyak 10 unit yang berasal dari bantuan swasta. Saat ini dalam tahap pengerjaan,”ujarnya.

Kamera pengawas ini nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh pihak kepolisian untuk membantu pengawasan langsung, titik-titik kemacetan dan ke depannya dapat dipergunakan untuk tilang online.

Diskominfo juga akan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk masyarakat dan kantor yang mempunyai kamera pengintai. Beberapa tempat umum seperti hotel, juga diharapkan agar terhubung ke command center dengan maksud titik pemantauan semakin meluas.

“Untuk kamera pengawas ini nantinya semua provider maupun masyarakat dapat berpartisipasi dengan mengarah ke jalan untuk disambungkan ke command center. Di Jakarta mereka bisa memantau 4.000 titik pemantauan dari CCTV, berkat kerjasama dengan kantor dan hotel serta provider dan masyarakat,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here