Ilustrasi pengumpulan pajak dari sektor jasa perhotelan dan boga.(foto:ist)

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan -– Pemerintah Kota Balikpapan membentuk Satuan Tugas Monitoring Alat Perekam Transaksi Usaha (Satgas Monalisa) yang dibentuk Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) setempat.

Satgas ini meletakkan alat perekam atau tapping box atau mobile POS yang dipasang di hotel, restoran dan rumah makan serta tempat-tempat yang berpotensi menghasilkan pajak bagi pemerintah kota.

Langkah membentuk Satgas monalisa ini diapresiasi oleh DPRD Kota Balikpapan sebagai langkah yang cukup efektif dalam mengumpulkan pajak di sektor jasa tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan M. Taqwa mengatakan, keberadaan Satgas Monalisasi dianggap sangat membantu dalam mengawasi keberadaan tapping box yang terpasang di hotel, restoran, maupun rumah makan tersebut.

“Dibentuknya satgas tersebut sangat mendukung program BPPDRD. Apalagi setiap pemasangan tapping box, petugas satgas mengawasinya. Bahkan ikut memantau kelancaran alat yang dipasang dapat berfungsi atau tidak,” ujarnya, Jumat (12/7)..

Taqwa menilai, inilah gunanya satgas tersebut, mereka bisa saja memantau sebulan satu atau dua kali untuk mengunjungi tempat di mana alat perekam ini dipasang. Bahkan, jika alat tersebut rusak, satgas inilah yang akan segera bertindak mengambil langkah selanjutnya. Misalnya, melaporkan ke pihak terkait untuk segera dilakukan perbaikan.

Menurutnya, keberadaan Satgas Monalisa akan mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Karena pemasangan tapping box bagi wajib pajak akan berdampak positif bagi peningkatan PAD.

“Baik dari segi teknis maupun dari vendor penyedia harus lebih dioptimalkan, sehingga penyerapan pajak jadi lebih baik,” ujarnya.

Disamping itu, pemasangan tapping box juga mencegah praktik kecurangan, baik yang dilakukan pengelola restoran dan hotel maupun petugas pajaknya. Karena dengan alat itu, semua transaksi terekam secara otomatis.

“Kami dukung pemasangan alat ini, karena ini bisa meningkatkan PAD. Apalagi, setiap tahun jumlah rumah makan dan hotel terus bertambah, yang tentunya realisasi pajaknya juga naik,” ujarnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here