Bea Cukai menolak masuk dan harus melakukan ekspor ulang terhadap barang limbah berbahaya dan beracun yang masuk Indonesia lewat Kota Batam.

Oleh: Arif S / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Bea Cukai Indonesia bersikap tegas dengan memulangkan limbah plastik impor ke negara asalnya Prancis dan Hongkong (reekspor). Pengiriman kembali limbah impor ini melalui Pelabuhan Batuampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (29/7).

“Hari ini kami melakukan reekspor tujuh kontainer hasil dari rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan” Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata. Dari tujuh kontainer itu, dua di antaranya dikirim ke Prancis dan lima lainnya ke Hongkong. Keduanya dikirim melalui Singapura.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dari 65 kontainer yang diperiksa 49 di antaranya melanggar aturan dan harus direekspor ke negara asalnya. Ia menambahkan, pemulangan kontainer limbah itu dilakukan secara bertahap sampai selesai.

“Yang lain tiga perusahaan segera reeskspor,” ujar dia. Kontainer berisi limbah itu akan dikirim ke negara asalnya, di antaranya Amerika Serikat, Perancis, dan Jerman.

Seluruh sampah harus sudah dikirim, paling lambat 12 September 2019. Ini sesuai ketentuan, yakni 90 hari setelah barang tiba di Batam.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Notofimasi Limbah B3 dan non-B3 KLHK, Rima Yulianti, mengatakan sesuai dengan hasil pemeriksaan sebelumnya, maka 49 kontainer limbah harus direekspor. Ia menegaskan seluruh biaya pengiriman kembali ditanggung oleh importir.

“Pemeriksaan lab hasilnya ada kontaminasi B3 (bahan beracun dan berbahaya) ,” lanjut dia. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here