Pendakwah asal India Zakir Naik mendapat perlindungan dan tidak akan dideportasi oleh Pemerintah Malaysia.

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Bangi- Pendakwah Zakir Naik dipastikan tidak akan dideportasi oleh Pemerintah Malaysia setelah ceramah Zakir Naik dianggap rasis. Kepastian ini disampaikan Menteri di Jabatan Perdana Menteri untuk Urusan Agama Malaysia Dr Mujahid Yusof Rawa, Selasa (27/8).

Mujahid menekankan bahwa masalah-masalah seperti itu harus dihentikan untuk mengakhiri semua narasi lain yang dapat memancing sentimen ras dan agama.

“Jangan mengambil kesempatan untuk mengambil minat yang tidak masuk akal dan menjawab atau berbicara tentang satu masalah (tidak diketahui).

“Jangan gunakan masalah Zakir Naik, dengan mengambil ‘kesempatan’ bagi semua orang, akhirnya membuat narasi pemerintah (tidak menjaga Islam), usir pengkhotbah Islam,” katanya saat menjawab pertanyaan di sesi dialog publik Syariah Maqasid yang diselenggarakan oleh Akademi Nunji (Himpunan Ilmuwan Kebangkitan Baharu) diadakan di Institut Pendidikan Guru (IPG) Kampus Pendidikan Islam, Bangi.

Pemerintah, tambah Dr Mujahid, telah membuat keputusan resmi untuk tidak mendeportasi Zakir kembali ke India.
Pada hari Kamis, Perdana Menteri Mahathir Mohamad menegaskan kembali posisi pemerintah untuk tidak mengirim Mr Zakir kembali ke India selama pakar perbandingan agama internasional itu tidak menimbulkan masalah.

“Kami mengambil konsep Rahmatan Lil ‘Alamin, misalnya orang datang ke rumah kami, kami tidak ingin mengusirnya dan mengirimnya ke musuh.”

Pada keputusan pihak berwenang untuk tidak mengizinkan Zakir untuk berbicara di beberapa negara pada saat ini, Dr Mujahid mengatakan ini adalah karena pengkhotbah dari India masih dalam penyelidikan polisi dan bahwa itu untuk melindungi keselamatan Zakir sendiri.

Pada 3 Agustus, Zakir dilaporkan telah memicu kontroversi tentang komunitas Hindu dan Cina di Malaysia selama pidatonya di Kota Bharu dan memicu permintaan agar ia dikirim kembali ke India.

Oleh karena itu, Kepolisian Kerajaan Malaysia mengeluarkan perintah untuk tidak mengizinkan semua program terkait dengan Zakir diadakan secara nasional karena alasan keamanan karena dapat menciptakan suasana yang tegang di antara negara tuan rumah.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here