Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria mendukung upaya pemerintah untuk menangkap dan melarang faham Syiah di Malaysia.

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Shah Alam – Pemerintah Malaysia melarang dan mengancam akan menangkap para pengikut Syiah. Rencana ini didukung oleh Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria mendukung upaya pemerintah tersebut. Dia mengatakan ajaran-ajaran Syiah tidak dapat disebarkan dan dipraktikkan di Malaysia meskipun diamalkan secara pribadi.

“Semua agama di dunia ini tidak akan pernah ada yang mau mengakui bahwa mereka tersesat, meskipun mereka tersesat. Saya menyarankan untuk tidak mencari hal-hal yang telah dihukumi selama ribuan tahun, dan tiba-tiba kami ingin menerima (Syiah), mengapa?

“Sekarang kita berada dalam kondisi yang sangat aman, mengapa kita ingin berubah (di Malaysia), masalah ini muncul karena sebagian dari kita rentan dan memiliki kecenderungan untuk menunjukkan,” katanya, mengutip portal berita Free Malaysia Today (FMT).

Menurut Harussani, faham Syiah jelas menyimpang dari Sunnah yang dipraktikkan sebagian besar orang Malaysia.

“Kami orang Malaysia tidak secara langsung mengakui faham lain seperti ajaran Syiah, kami tidak mengizinkan orang-orang kami untuk mempraktikkan ajaran Syiah atau Syiah yang dikembangkan di negara ini,” katanya dikutip Sinar Harian.

Mengomentari klaim pengikut Syiah bahwa mereka tidak sesat dan menyesatkan, Harussani mengatakan tidak ada kelompok agama di dunia yang akan mengakui bahwa mereka salah.

Pendirian Harussani tentang Mufti Pahang, Datuk Seri Abdul Rahman Osman, yang bersikeras bahwa Syiah tidak sepatutnya diberi hak di Malaysia karena Komite Fatwa Nasional pada tahun 1996 memutuskan bahwa setiap ajaran Islam selain ajaran Ahlus Sunnah bertentangan dengan hukum Islam.

Rahman juga meminta pihak berwenang untuk secara aktif memantau penyebaran Syiah di Malaysia karena masalah yang yang sama terus beruang menjelang Perayaan Asyura setiap tahun.

“Ajaran Syiah dapat memecah belah komunitas Muslim di Malaysia jika tidak dikontrol dengan ketat, mereka tidak boleh diberikan hak di Malaysia karena kami berpegang pada ulama Sunnah Wal Jamaah, bermahzab Syafi’i.

“Sementara di faham lain yang tidak kami izinkan di Malaysia ini adalah ajaran Syiah. Ini menyesatkan jika dipraktikkan di Malaysia, ”katanya, seraya menambahkan bahwa mungkin lebih tepat untuk mengamalkannya di negara tempat mayoritas faham ini lahir.

Rahman mengatakan bahwa selain dari ajaran Syiah, faham lain tidak dipraktikkan dengan baik oleh orang Malaysia termasuk Wahabi dan Qadiani karena mereka khawatir akan memecah belah masyarakat.

“Wahabi adalah Muslim tetapi dia dapat memecah belah komunitas dan dalam arti ada beberapa hal yang Wahabi bertentangan dengan Ahlus Sunnah,” katanya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here