Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan niat pemerintah untuk melakukan program Tax Amnesty Jilid II

Oleh: Andryanto S / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Pemerintah tengah mempersiapkan program Tax Amnesty Jilid II. Melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah merencanakan tax amnesty jilid II setelah menerapkan kebijakan itu pada Juli 2016 hingga Desember 2017 lalu.

Rencana ini kini sedang digodok dan masuk dalam paket reformasi pajak yang akan diajukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Loh di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin. Jika itu yang terbaik kita lihat nanti,” katanya saat ditemui di Kantor Kadin, Jakarta, Jumat (2/8).

Ia menuturkan bahwa rencana tersebut merupakan salah satu kajian paket reformasi pajak yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. “Ya sekarang kami timbang dulu semuanya. Kami akan lihat situasi yang memungkinkan,” ujarnya.

Pertimbangan untuk menetapkan tax amnesty jilid II ini berasal dari Sri Mulyani yang mendapat banyak cerita dari para pengusaha tentang penyesalan mereka karena tidak memanfaatkan program pengampunan pajak yang diadakan oleh pemerintah sekitar tiga tahun lalu.
“Mereka meminta pemerintah menggelar tax amnesty lagi dan saat ini saya sedang menimbang suara itu,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan yang matang sangat diperlukan mengingat partisipasi dalam program tax amnesty pertama sangat rendah, yaitu hanya sekitar 1 juta wajib pajak (WP), sangat jauh dari ekspektasi pemerintah sehingga pemasukan negara tidak banyak.

Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan tax amnesty pada Juli 2016- Maret 2017. Program ini menghasilkan deklarasi harta dalam negeri hingga Rp3.676 triliun dan deklarasi harta luar negeri mencapai Rp1.031 triliun. Sementara itu, repatriasi dana mencapai Rp147 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan, pada program tax amnesty pertama pemerintah masih kurang persiapan seperti data yang tidak lengkap serta belum ada sistem keterbukaan dan pertukaran informasi.

“Dulu saya belum tahu persis data-data mereka (WP), kalau sekarang sudah ada Automatic Exchange of Information (AEoI),” katanya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here