Oleh: Nur Diansyah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Pemerintah benar-benar ingin berhemat. Kali ini pemerintah akan mengusulkan agar pelanggan rumah tangga mampu (RTM) golongan 900 volt ampere (VA) tidak lagi menerima subsidi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana menyampaikan, pencabutan subsidi itu merupakan hasil kesepakatan dengan Komisi VII DPR.

Dengan dilepasnya subsidi golongan R1-900 VA-RTM, besaran subsidi listrik menjadi Rp54,79 triliun. Usulan itu juga telah disetujui oleh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nezara pada Selasa (3/9).

“Jangan pernah punya niat menurunkan subsidi untuk orang miskin. Yang perlu kita dorong adalah subsidi itu tepat sasaran,” tutur MH Said Abdullah, anggota Badan Anggaran di ruang Banggar, DPR RI, Jakarta.

Rida Mulyana menjelaskan, dari 38 golongan pelanggan listrik, ada 26 golongan yang disubsidi pemerintah. Subsidi untuk pelanggan listrik rumah tangga (R1) di antaranya, R1-900 VA sebesar Rp9,07 triliun, dan R1-450 VA sebesar Rp32,04 triliun. Kemudian 23 golongan subsidi lainnya senilai Rp13,68 triliun.

Sementara itu Suahasil Nezara menyampaikan, bahwa data pelanggan mampu golongan 900 VA didasarkan pada data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Berdasarkan data tersebut, kata dia, pelanggan golongan 900 VA meningkat hingga 24,4 juta pelanggan.

Dia menambahkan, bahwa sebelumnya pelanggan golongan 450 VA maupun 900 VA termasuk yang disubsidi. Tetapi, bisa saja tarif golongan 900 VA akan disesuaikan dengan tarif harga perekonomiannya. “Artinya untuk pelanggan sebanyak 24,4 juta golongan 900 VA-RTM, mulai 1 Januari 2020 akan naik tarifnya sesuai harga perekonomiannya,” papar dia.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here