Kombes Pol Subhan saat memmberikan keterangan pers tentang pembalakan liat yang terjadi di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda -– Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum – LHK) Wilayah Kalimantan, Kombes Subhan mengatakan bahwa pihaknya telah menyita 2.089 potong balok kayu olahan berupa papan dan dua unit unit mesin potong (circle saw). Balok kayu tersebut jenisnya rimba campuran dan Meranti.

Hal ini dikatakan Kombes Subhan saat menggelar konferensi pers hasil penangkapan pelaku pembalakan kayu liar, bertempat di Komplek KLHK jalan Untung Suropati Samarinda, Selasa (16/07).

“Kami telah menyita barang bukti dan saat ini (barang buktinya) dititipkan di KPHP (Kawasan Pengelolaan Hutan Produksi) Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara,” ujarnya.

Kasus ini, jelas Subhan bermula dari hasil laporan masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas illegal logging berupa pengolahan dan penjualan kayu olahan ilegal.

“Pihaknya melakukan pemantauan dan verifikasi di lapangan. Setelah yakin akan adanya kegiatan ilegal, Tim SPORC Brigade Enggang Kaltim melakukan penggerebekan dan penindakan,” jelas Subhan.

Sementara itu, Kepala Penyidik, Anton Junaedi mengatakan jika proses penangkapan mereka dibantu oleh Polres Nunukan dan mengamankan sejumlah barang bukti dan membawa tiga pelaku yang diduga sebagai pemilik dan pelaku pembalakan liar ke Samarinda.

Para pelaku pembalakan liar yang diamankan yaitu berinisial N (51 tahun) asal Nunukan, RH (56 tahun) asal Nunukan, dan Y (57 tahun) asal Balikpapan. Saat ini, ketiga tersangka ditahan di Rutan Polresta Samarinda selama 20 Hari ke depan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pasal yang dijerat tersangka ialah Pasal 83 (1)(b) dan pasal 12 (e) Undang – Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Ancaman pidananya adalah pidana penjara paling lama selama 5 tahun.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here