PDIP Bali dan Jawa Tengah berebut jatah menteri dalam kabinet Jokowi-Ma;ruf.

Oleh: Agus Susilo /Yuliawan A

Poskaltim.com, Semarang – PDIP Bali sangat percaya diri akan mendapatkan jatah menteri karena PDIP menang mutlak di daerah tersebut. Bagitupun dengan PDIP Jawa Tengah juga mengklaim sebagai mesin suara Jokowi.

Menurut data, suara yang disumbangkan Jateng untuk kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 adalah tertinggi di antara semua provinsi.

Di Bali, PDIP memperoleh hampir kememangan mutlak. Semetara di Jawa Tengah, PDIP memperoleh suara surplus di Pilpres hampir 12 juta suara. Surplus suara itu bisa menutup kekalahan pasangan Jokowi-Maruf Amin di Sumatera dan Kalimantan.

Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster meyakini akan ada perwakilan putra daerah yang mendapat jatah menteri pada Kabinet II Joko Widodo, 2019-2024. Namun Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto (Bambang Pacul) justru mengaku tak tahu.

“Kalau soal menteri, jangan tanyakan saya. Saya juga tidak diajak rapat,” kata Bambang Pacul, Rabu (17/7).
Saat ditanya apakah akan ada kader PDIP Jawa Tengah yang akan ditarik ke kabinet untuk menjadi menteri, sekali lagi ia mengaku tak tahu. Meskipun banyak nama-nama tokoh dan kader PDIP yang mumpuni dan telah memiliki prestasi.

“Kalau soal itu, jangan tanya ke saya. Tanyakan saja ke Ibu (Ketum PDIP Megawati),” terangnya.

Bambang Pacul yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI ini baru saja terpilih kembali sebagai ketua DPD PDIP Jawa Tengah periode 2019-2024. Dalam Konferda PDIP Jateng, Ia menjadi satu-satunya nama yang memperoleh rekomendasi dari DPP PDIP. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here