Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang terus berkomitmen untuk pelayanan distribusi air bersih untuk masyarakat Kota Samarinda harus 100 persen. Hal ini terungkap saat Jaang meninjau beberapa titik Instalasi Pengolahan Air PDAM di Palaran yang pembangunannya sudah hampir selesai.

Jaang berharap dengan selesainya IPA PDAM di Palaran ini diharapkan dapat melayani masyarakat, khususnya untuk masyarakat yang berada di Kelurahan Bukuan dan sekitarnya.

“Dengan selesainya IPA Palaran, kita berharap dalam dua bulan ke depan, aliran air bersih harus sudah dapat digunakan oleh masyarakat sekitar. Pencapaian pelayanan air minum pada tahun 2021 diharapkan sudah seratus persen,” ujarnya, Rabu (25/9).

Saat peninjauan IPA Palaran, wali kota dua periode ini juga berharap titik-titik Booster dan Intake PDAM lain, diantaranya Intake PDAM Kalhol yang berada di bawah Jembatan Mahkota II, Booster PDAM Jalan Pelita IV Sambutan, dan Booster PDAM di Jalan Ringroad II, dapat beroperasi secepatnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda Noor Wahid Hasyim memfokuskan penanganan distribusi air selama 24 jam di titik zona merah yang merupakan lokasi distribusi air tidak mengalir selama 24 jam penuh, dikarenakan kelanjutan pembangunan dua unit Instalasi Pengolahan lalu.

“Ada beberapa zona merah ini seperti di kawasan kecamatan Sambutan, kemudian di daerah Kecamatan Samarinda Utara termasuk Jalan DI Panjaitan dan Kecamatan Sempaja. Begitu juga di Kelurahan Handil Bhakti di Kecamatan Palaran,” ujarnya.

Wahid menerangkan, kini pengerjaan tinggal pada tahap akhir yang ditargetkan pada tahun ini akan selesai dan dapat memberikan pelayanan tahun ini.

Kontur tanah dan konsentrasi warga Samarinda menjadi kendala terbesar PDAM Tirta Kencana Samarinda dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Untuk itulah dibangun spot-spot Instalasi untuk melayani masyarakat yang terpisah-pisah.

PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda saat ini telah berhasil menurunkan angka kebocoran di tahun 2018. Dimana data tahun 2017 kebocoran terjadi hingga 40 persen dari seluruh pelanggan PDAM, tetapi berkat kerja keras sejumlah personel PDAM pada periode 2018, angka kebocoran berhasil ditekan hingga 38 persen. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here