Selama libur lebaran tahun 2019 , Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan mendapatkan kunjungan yang mencapai 814 kali, ini termasuk layanan emergency dan non-emergency.

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Selama libur lebaran tahun 2019 , Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan mendapatkan kunjungan yang mencapai 814 kali, ini termasuk layanan emergency dan non-emergency.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Umum RSUD Beriman Balikpapan Dr Ratih Kusuma, Rabu (12/6), yang menjelaskan jika kunjungan pasien ini dinilainya mengalami peningkatan jika dibandingkan hari normal biasanya.

Ratih menjelaskan, berdasarkan data terakhir kasus yang paling tinggi di RSUD Beriman Balikpapan yakni Observasi Febris atau Demam tinggi dengan presentase 7.9 %, Dyspepsia atau keram perut sebanyak 5.7 persen, Faringitis atau peradangan sebanyak 5.6 persen, dan ISPA sebanyak 2.2 persen.

“Kita mengalami peningkatan kunjungan pasien sejak libur lebaran. Terakhir itu tercatat ada 814 pasien dengan layanan emergency dan non-emergency,” ujar pada wartawan Poskaltim.com, Rabu (12/6).

Lanjut Ratih, salah satu faktor penyebab meningkatnya kunjungan pasien ini dikarenakan pasien tidak menjaga pola makan selama Lebaran. Padahal menjaga pola makan dan istirahat sangat perlu dilakukan oleh masyarakat, karena kedua faktor itu menjadi penentu daya tahan tubuh seseorang.

“Karena pola makan selama lebaran tidak terjaga, faktor cuaca juga. Gangguan lambung misalnya itu bisa karena pola makan yang tidak dijaga atau mengkonsumsi makanan yang bertentangan,” tambahnya.

Ratih pun meminta masyarakat untuk dapat menerapkan pola hidup sehat. Seperti menjaga pola makan yang tidak berlebihan serta teratur.

Selain itu juga istirahat yang cukup. Karena menjaga daya tahan tubuh akan menjadi penentu seseorang bisa terserang penyakit atau tidak.

“Karena semua penyakit bisa dicegah jika kita memiliki daya tahan tubuh yang bagus,” tegasnya.

Sejauh ini di RSUD Beriman Balikpapan tidak merawat pasien yang mengalami penyakit serius, dari 814 pasien tersebut semuanya bisa dilakukan perawatan jalan dan bahkan sebagian sudah dinyatakan sehat kembali.

“Sejauh ini belum ada yang sampai rawat inap dengan penyakit serius di RSUD,” tutupnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here