Sekretaris Umum DPD Golkar Kaltim, Abdul Kadir

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2020 termasuk provinsi yang terbanyak menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Tercatat empat Pilkada yang akan dilakukan secara serentak yaitu di Kota Samarinda, Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Berau.

“Berkaca pada peta kekuatan dan kekuatan kita di daerah, DPD Golkar Kaltim optimistis dengan target memenangi semua Pilkada di kabupaten dan kota di Kaltim,” ucap Sekretaris Umum DPD I Golkar Kaltim, Abdul Kadir, kepada sejumlah media, Jumat (4/10).

Menurut Abdul Kadir saja target itu menyesuaikan dengan komposisi perolehan suara yang berbeda-beda disetiap daerah dan juga bergantung pada basis massa pendukungnya. Saat ini, jelasnya, posisi Partai Golkar Kaltim tengah menyusun kekuatan untuk menentukan posisi dukungan di daerah. Baik pada posisi kepala daerah, wakil kepala daerah, maupun partai pendukung.

Diakuinya, masih terdapat daerah yang memang perolehan kursinya tidak cukup. Banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya Golkar Kaltim tidak memiliki ketua definitif setelah Rita Widyasari ditangkap KPK pada tahun 2017 silam dan otomatis tidak lagi memegang kepemimpinan DPD Kaltim.

“Tentu kita tetap dilakukan koalisi. Syukur-syukur bisa terposisi pada dukungan untuk kepala daerah maupun wakilnya, tetapi bila harus menjadi partai pendukung, juga tak masalah,” jelasnya.

Walau tidak memiliki ketua, namun berkat tangan dingin Ketua Harian Golkar yang dipegang oleh Makmur HAPK, Partai Golkar masih bisa memenangi sejumlah persaingan dengan partai-partai lainnya.

Diakuinya, Abdul Kadir, kekosongan pimpinan utama tidak berpengaruh langsung pada aktivitas partai. Karena semua berkas surat keputusan tetap dilakukan di DPP. Apalagi fungsi ketua harian Golkar, sudah mampu menggantikan kekosongan tampuk pimpinan daerah.

Dirinya mengatakan secara internal beberapa tokoh Golkar Kaltim sudah disiapkan untuk mengisi pos ketua. Tetapi prosesnya menunggu apa saja hasil Musyawarah Nasional (Munas) Golkar pada pertengahan Desember nanti.
“Restu Golkar memang belum ada. Masih terlalu dini kalau ditanya saat ini. Baik itu calon yang mendaftar maupun calon dari internal. Karena pasca Munas, dukungan untuk calon kepada kepala daerah baru diketahui pada Mei hingga Juni mendatang,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here