Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Panitia Khusus DPR RI yang membidangi Pemindahan Ibu Kota Negara, tiba di Samarinda, Kalimantan Timur untuk bertemu dengan jajaran Pemprov Kaltim, untuk menanyakan sejauh mana perkembangan dan kesiapan Kaltim dalam pemindahan ibu kota negara (IKN).

Pansus tiba melalui Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda sekitar pukul 12.30 Wita dan langsung melakukan pertemuan di ruang rapat kantor Unit Pelaksana Bandar Udara APT Pranoto, pada Selasa (24/9).

Tim Pansus IKN yang berjumlah 13 orang dipimpin oleh Ketua Pansus Zainuddin Amali dan Wakil Ketua Pansus Indah Kurnia, langsung bertemu dengan Gubernur Kaltim Isran Noor, Ketua Sementara DPRD Kaltim Makmur HAPK, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dan beberapa perwakilan dari bupati Penajam Paser Utara dan Kota Samarinda.

Dalam pertemuan ini terdapat sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh Pansus seperti ketersediaan lahan, dukungan masyarakat, kebakaran hutan dan lahan, masalah sosial dan peningkatan sumber daya manusia dan lainnya.

Dalam pertemuan singkat sekitar lebih dari satu jam ini, Ketua Pansus Zainuddin Amali mengatakan jika kedatangan ini adalah untuk tugas penyusunan rekomendasi. Dirinya berjanji, setelah rekomendasi selesai maka Pansus Pemindahan IKN ini akan sering berkunjung ke Kaltim sebagai bagian untuk mengawal pemindahan ibu kota baru.

Gubernur Kaltim Isran Noor secara lugas menjawab semua pertanyaan anggota dewan ini. Seperti ketersediaan lahan, Isran membenarkan bahwa lahan IKN akan disediakan seluas 180-000 hingga 225.000 hektare yang merupakan lahan negara dengan status Hak Guna Usaha (HGU) diantaranya lahan milik Sukanto Tanoto.

“Keperluan untuk ibu kota negara memang hanya sekitar 30-45 ribu hektare. Ini adalah kawasan inti. Lahan seluas hingga 225 ribu hektare nanti kita untuk revitalisasi kehutanan di sekitar pusat ibu kota negara. Jadi tidak dipakai semua,” ucapnya.

Begitupun dengan kondisi sosial kemasyarakatan di Kaltim, Isran Noor mengatakan jika Pemprov Kaltim telah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kaltim. Di dalam sosialisasi ini, aku gubernur tidak ada masyarakat yang menolak, semuanya menerima.

Menurutnya warga Kaltim ini sudah sejak lama telah menerima dengan tangan terbuka semua orang, semua pendatang dari seluruh Indonesia.

“(Warga) Kaltim itu tidak pernah menolak atas kedatangan orang dari manapun di Indonesia. Karena, penempatan ibu kota ini, menurut masyarakat Kaltim adalah kontribusi baru masyarakat Kaltim bagi Indonesia,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here