Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Tokyo — Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 membatalkan sekitar 6.900 lembar tiket senilai 1,6 juta AS dolar atau setara dengan Rp27 miliar, yang dibeli secara terpisah menggunakan informasi identifikasi palsu.

“Ada pemesanan tiket besar-besaran dari sejumlah pembeli yang menggunakan informasi pribadi palsu,” kata penyelenggara dalam sebuah pernyataan hari Sabtu.

Menurut panitia, sekitar 30.000 identitas palsu dihasilkan pada tahap pertama penjualan tiket untuk pertandiangan musim panas.

“Secara total, sekitar 6.900 tiket untuk 15 sesi senilai 180 juta yen (Rp 23 M) telah dibeli,” katanya dikutip AFP.
Namun, penyelenggara belum memberikan informasi tentang pihak di balik penipuan dan telah melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Fase pertama penjualan tiket Olimpiade di Jepang dimulai pada bulan Mei dan pemirsa diharuskan mendaftarkan profilnya di situs web untuk memesan kursi melalui sistem lotere.

Tiap series dan nomor tiket telah tercatat di jaringan komputer penyelenggaraan atas nama orang tertentu, sehingga jika ada perbedaan identitas akan terlacak saat memasuki stadiun dan akan langsung ditolak masuk.

Panitila telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi perdagangan tiket di pasar gelap, termasuk larangan calo berkeliaran di stasiun olahraga Olimpiade 2020 mendatang.

Tiket Olimpiade Tokyo 2020 hanya dapat dijual kembali melalui situs web resmi dan penyelenggara memperingatkan bahwa tiket yang dibeli dari pihak ketiga dianggap tidak valid. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here