Pangdam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subiyanto melepas 450 prajurit TNI dari 600 Rider Mulawarman untuk bertugas menjaga Pos Satgas RI-Malaysia khusunya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Pangdam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subiyanto melepas 450 prajurit TNI dari 600 Rider Mulawarman untuk bertugas menjaga Pos Satgas RI-Malaysia khususnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pelepasan dilaksanakan di Pelabuhan Semayang Balikpapan pada Selasa (2/7) pagi.

Pangdam VI Mulawarman mengatakan, 450 prajurit ini akan melaksanakan tugas selama sembilan bulan di Nunukan, Kalimantan Utara dan menggantikan prajurit 613 Rider yang telah berakhir masa tugasnya.

“Prajurit 600 Rider berangkat ke perbatasan, kalo kemaren Batalion 303 itu organiknya Kostrad tapi kalo 600 Rider ini pasukan saya sendiri. Kemudian mereka ditempatkan disepanjang perbatasan kabupaten Nunukan,” ujar Pangdam.

Lanjut Mayjend TNI Subiyanto, secara umum dan secara geografis penempatan prajurit ini lebih mudah jika dibandingkan dengan Batalion terdahulu. Namun tingkat kerawanannya yang justru lebih tinggi.

“Kemaren kan kita juga lepas yang Pamtas. Namun yang ini secara lokasi lebih enak dan nyaman. Namun disatu sisi justru yang ini tanggungjawabnya lebih berat,” tegasnya.

Tanggung jawab yang tinggi ini dimaksud adalah masih tingginya peredaran barang-barang ilegal seperti narkoba dan barang-barang lainnya. Sehingga keberadaan pos satgas di Nunukan ini memiliki peran vital di perbatasan.

Nantinya, 450 prajurit TNI ini akan menempati 25 pos Satgas Pamtas perbatasan RI-Malaysia, yang rawan oleh penyelundupan barang-barang ilegal.
“Karena selama ini yang ilegal-ilegal lewat pos satgas ini, yang wilayah ini khususnya pos satgas di Pulau Sebatik ada narkoba dan barang barang ilegal lainnya,” jelasnya.

Meski telah dijaga selama ini peredaran barang ilegal tersebut masih saja beredar. Untuk itu Pangdam akan melakukan evaluasi baik di internal maupun hubungan kerjasama dengan pihak terkait yang berada di perbatasan ini.

“Evaluasinya adalah masih banyaknya peredaran narkoba sehingga kita sebetulnya sudah bekerjasama dengan rekan-rekan kita yang ada diperbatasan, khususnya petugas dari kepolisian maupun BNN tetapi tetap saja seperti itu. Artinya kita harus evaluasi juga kenapa seperti itu masih berlangsung peredaran narkoba yang marak,” terangnya.

Subiyanto menambahkan, sebetulnya prajurit yang bertugas di Kabupaten Nunukan ini pelaksanaan kegiatan lebih ke terintegrasi dari masing masing instansi, baik Polri kemudian Bea Cukai dan dinas-dinas lainnya.

Pangdam VI Mulawarman pun sempat berpesan kepada prajurit, agar bisa menjaga tanah NKRI dengan baik. Serta keberadaan prajurit ini harus bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Pesan saya tadi kepada mereka ini tolong dijaga sejengkal pun tanah kita dari orang-orang yang ingin merebutnya,” tegasnya.

Nantinya, 450 prajurit TNI ini akan menempati 25 pos Satgas Pamtas perbatasan RI-Malaysia.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here