Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Perang Pakistan dan India yang memanas membuat Pakistan membeberkan kejahatan India yang melanggar hukum kemanusiaan internasional dengan menggunakan bom tandan dalam pertempuran lintas batas terbaru di Kashmir.

Bom tandan adalah senjata yang terdiri dari sebuah wadah yang terbuka di udara dan melepaskan banyak bahan peledak ke sebuah wilayah yang besar. Senjata terlarang itu menewaskan sedikitnya dua warga sipil dan melukai 11 lainnya di sisi Pakistan di wilayah yang terpecah belah itu.

Tuduhan itu muncul sehari setelah India kembali menolak tawaran Presiden AS Donald Trump untuk memediasi resolusi atas sengketa Kashmir antara kedua negara bersenjata nuklir itu.

Sebuah pernyataan militer Pakistan yang dilansir VOA, Sabtu (3/8), mengatakan korban sipil jatuh pada 31 Juli di Semenanjung Neelum dekat Garis Kontrol, perbatasan defacto yang memisahkan bagian-bagian Pakistan dan India di wilayah Himalaya yang disengketakan itu.

Pernyataan itu menuding militer India menggunakan bom tandan yang dilepaskan oleh artileri pada 31 Juli di semenanjung itu, dan sengaja menarget warga sipil.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here