Oleh: Eko Densa / Yuliawan A

Poskaltim.com, Aceh – Ibarat membangunkan singa tidur, Ormas Islam di Aceh mulai konsolidasi untuk mengadang tindakan kriminalisasi terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS). Ulama muda asal Riau ini dilaporkan sejumlah organisasi terkait ceramahnya soal aqidah. Di antaranya, dilaporkan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Horas Bangso Batak, dan Brigade Meo NTT. Laporan ini memantik aksi simpati dan dukungan kepada UAS.

Dalam aksi Bela UAS di Aceh, warga berkumpul di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, usai shalat Jumat (23/8). Aksi ini mengatasnamakan Gerakan Umat Bela Agama (GUBA.

Dari pantauan Rencongpost.com (INI Network), ratusan massa berdiri sambil membawa berbagai macam atribut seperti spanduk serta poster, yang di antaranya bertulis “Jangan Kau Kriminalisasi Ulama.”

Juru Bicara (GUBA), Abu Syuja mengatakan, pemerintah atau penyelenggara negara harus lebih independen menyikapi kasus UAS. Agar tidak menimbulkan kekisruhan baru, mereka meminta laporan itu dihentikan.

“Kami meminta Polri bertindak profesional dan tidak menerapkan standar ganda dalam menangani laporan-laporan terhadap UAS. Dan meminta kepada Presiden Joko Widodo turun tangan untuk menghentikan upaya-upaya kelompok tertentu yang menyerang ulama dan ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Abu Syuja kepada wartawan di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (23/8).

Menurut dia, pelaporan terhadap ulama seperti UAS tersebut merupakan tindakan yang keliru. Jadi, pihaknya meminta kepada pihak-pihak yang telah menggugat UAS agar mencabut kembali laporannya.

“Jika tidak, umat Islam akan melaporkan tokoh-tokoh agama lain yang mengolok-olok atau menghina ajaran Islam,” katanya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here