Rencana pengalihan penerbangan sementara dari Bandara APT Pranoto Samarinda ke Balikpapan, diharapkan tidak membawa dampak kecemasan warga.(foto:ist/aptp)

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Rencana perbaikan landasan pacu (runway), landasan taxiway dan perbaikan apron serta pengerjaan pemasangan lampu Airfield Lighting System (AFL) mengharuskan Bandara Adji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda dilakukan penghentian operasional selama 26 hari sejak tanggal 20 November hingga 15 Desember.

Kepala Bandara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi menjelaskan penghentian operasional ini bertujuan untuk peningkatan pelayanan bandara di masa depan.

“Kegiatan pemasangan lampu AFL ini memang pekerjaan di sisi udara dengan dana APBN sebesar Rp12 miliar. Selain AFL, bandara juga akan dipasang ILS atau Instrument Landing System, untuk memberikan jaminan keamanan bagi setiap penerbangan,” ujar Dodi, Jumat sore (7/11).

Selain dua kegiatan tersebut, di sisi udara akan dilakukan perbaikan untuk aspal bandara dan taxiway, dengan ketinggian sekitar 42 centimeter yang terdiri dari penebalan agregat setebal 30 centimeter dan pelapisan aspal landasan setebal 42 centimeter.

“Bandara APT Pranoto ini ibarat bayi yang baru dilahirkan dia tidak melalui fase pertumbuhan mulai dari menyusu, melainkan langsung berlari. Bandara ini merupakan bandara baru yang tersibuk di Indonesia,” ujarnya.

Karena tingginya frekuensi penerbangan yang mencapai 48 pergerakan pesawat setiap hari, wajar saja jika landasan pacu bandara APT Pranoto kerap mengalami keretakan dan bergelombang. Apalagi, ujar Dodi, tanah landasan pacu merupakan tanah bekas rawa dan batu bara.

Jika dilakukan penutupan sementara selama 26 hari, dipastikan bandara terdekat yaitu Sultan Adji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan akan kebanjiran penumpang. Menurut asumsi, penumpang yang akan dialihkan mencapai lebih dari 124.800 penumpang.

Dodi mengimbau agar masyarakat jangan bingung dan cemas dengan penghentian sementara operasional ini karena pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan bandara SAMS Balikpapan.

Saat ini bandara kebanggaan warga ibu kota Provinsi Kaltim ini akan terus dibenahi, hingga pada tahun 2023, landasan pacu akan diperpanjang hingga 3.000 meter dan terlinal akan dibangun seluas 120.000 meter persegi.

“Kami meminta doanya warga Samarinda. Bagaimanapun kita akan ini menjadi domestic airport yang melayani penerbangan dari 34 provinsi di Indonesia dan menjadi airport penyangga ibu kota Negara,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here