Pesawat Batik Air dan Susi Air yang terparkir sejak Minggu di Bandara APT Pranoto, akhirnya bisa mengudara, setelah selesainya perbaikan kerusakan pada taxiway. Bandara APT Pranoto kembali beroperasi pada Selasa Siang (8/10).

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Operasional Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda berjalan normal kembali pada Selasa, setelah sejak hari Minggu ditutup karena perbaikan pada beberapa titik di landasan pacu dan taxiway.

Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi mengatakan walaupun beroperasi normal pada Selasa pagi pukul 07.00 Wita, namun pesawat baru dapat mendarat di bandara sekitar pukul 09.51 Wita, karena jarak pandang yang tidak mencukupi standar keselamatan udara.

“Benar Bandara APT telah dibuka sejak pukul 07.00 Wita, namun karena jarak pandang hanya 800 meter, maka belum ada pesawat yang diizinkan mendarat. Standar visibility untuk keamanan pendaratan harus sejauh 5 ribu meter,” jelas Dodi, pada Selasa siang (8/10).

Dijelaskan Dodi, dengan beroperasinya secara normal aktivitas bandara, maka dua pesawat yang sempat menginap karena tidak dapat terbang pada Hari Minggu, akhirnya dapat mengudara pada Selasa. Dua pesawat tersebut adalah Batik Air dan Susi Air.

Dodi juga menjelaskan bahwa sejak tanggal 2 Oktober 2019, telah disepakati pengerjaan pemeliharaan dan peningkatan ketebalan struktur taxi way bandara hingga mencapai ketebalan minimal 11 centi meter.

Kegiatan pengaspalan landasan taxiway Bandara APT Pranoto menyebabkan operasional bandara dihentikan selama dua hari pada Minggu dan Senin (6-7/10).
“Kita telah melaksanakan rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim untuk tindaklanjut perbaikan pemeliharaan, Dinas Perhubungan Kaltim menyampaikan bahwa kegiatan pemeliharaan runway dan taxiway masih terus berlangsung sampai akhir November 2019,” jelasnya.
Dodi menyampaikan permohonan maaf apabila banyak penumpang terdampak akibat pemeliharaan landasan pacu dan taxiway ini, sehingga penerbangan harus dialihkan (divert) atau mengalami penundaan (cancel).

Namun dirinya menjamin kelancaran arus penumpang dan barang dari dan ke Bandara APT Pranoto, dengan berkoordinasi pada pihak Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, yang berjarak 115 kilo meter dari Samarinda.

Bandara APT Pranoto yang telah diresmikan setahun yang lalu, hingga kini telah melayani sekitar 3.000 orang per harinya. Itupun operasionalnya hanya disiang hari sejak pukul 07.00 Wita hingga 18.00 Wita, karena belum adanya sistem lampu pendaratan pesawat (air field lighting system). (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here