Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Presiden Joko Widodo telah menetapkan Provinsi Kalimantan Timur sebagai calon ibu kota negara baru bagi Indonesia di masa depan. Jokowi juga menetapkan posisi ibu kota nantinya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara dan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Jika dihitung secara kasar, jarak ini hanya sekitar 40 Kilometer dari Kota Balikpapan jika melalui jalur transportasi laut dan sekitar 60 Km jika menggunakan kendaraan roda empat. Jarak ini lebih jauh jika dihitung dari Samarinda, yang menjadi ibukota Kaltim yaitu berjarak sekitar 100 Km.

Diperkirakan pegawai kementerian dan lembaga yang akan “transmigrasi” pada tahun 2024 kelak antara 800.000 jiwa hingga satu juta jiwa (tanpa keluarga). Dan akan meningkat dua hingga tiga kali lipat jika para aparatur negara tersebut memboyong serta keluarga masing-masing.

Jangan pikirkan kesulitan untuk berbelanja dan menikmati makan enak, apalagi jika akhir pekan ingin berlibur ke Kota Balikpapan ataupun Samarinda, semua fasilitas layaknya kota besar, semua telah tersedia. bahkan jika Transmart dan Sogo sebagai acuan, keduanya telah ada di Balikpapan dan Samarinda.

Jika diakhir pekan tidak ada rencana keluar kota (ke Balikpapan atau Samarinda), jangan terlalu risau “terkurung di pusat pemerintahan,” karena di sekitar lokasi ibu kota negara baru tersebut, ada beberapa obyek wisata alam yang cukup memberi hiburan untuk keluarga.

Apa saja obyek wisata alam tersebut, silahkan simak informasi berikut;

1. Air Terjun Tembinus, air terjun ini berada di kawasan Hutan tanaman Industri PT ITCI Hutani Manunggal dengan ketinggian lebih dari 10 Meter dan airnya sejuk dan jernih bak kaca. Jika ibu kota negara berada di Kecamatan Sepaku, diperkirakan jarak tempuhnya hanya setengah jam saja.

2. Kawasan Hutan Agathis, itulah yang masyarakat Penajam Paser Utara kenal. Disini ada tegakan pohon Meranti (Agathis borneensis) setinggi lebih dari 30 meter dengan lingkar pohon tujuh kali dekapan orang dewasa. Pada tahun 2014, pohon Agathis ini dimasukkan ke dalam museum rekor oleh MURI sebagai pohon terbesar di Indonesia.

3. Hutan Mangrove Mentawir, berada di Kelurahan Mentawir Kecamatan Sepaku. Hutan Mangrove ini dikelola oleh PT Inhutani I Balikpapan yang bekerjasama dengan masyarakat setempat mengelola hutan mangrove tidak saja dari sisi eco wisata tetapi juga dari produk dan manfaat mangrove bagi peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

4. Canopy Bridge Bukit Bangkirai, kawasan hutan ini berisi tegakan pohon Bangkirai dengan tinggi lebih dari 30 meter. Kawasan ini dikelola oleh PT Inhutani Balikpapan. Disini telah tersedia kamar dan cottage dan beberapa arena permainan fasilitas seperti kolam renang dan hiking track mengelilingi kawasan seluas 1.500 ha. Menariknya, diantara pohon-pohon besar jenis Bangkirai ini dihubungkan dengan jembatan pohon (canopy bridge)dengan panjang 64 meter dan satu-satunya jembatan pohon di Indonesia dan nomor dua di Asia.

5. Samboja Wana Lestari adalah pusat rehabilitasi orangutan yang dikelola oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival. Terdapat lebih dari 30 orangutan yang sedang “sekolah” sebelum dikembalikan ke alam liar. Pengelola juga memiliki restoran dan lodge untuk tamu menginap sambil mengamati kehidupan Orangutan asli Kalimantan.

Jika kelak Ibu Kota Negara Republik Indonesia benar-benar berpindah ke Kaltim, obyek-obyek wisata diatas dapat menjadi alternatif bagi keluarga untuk mengisi akhir pekan tanpa harus bepergian ke Kota Balikpapan ataupun Samarinda.(YAN/foto:ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here