Kampung Warna-Warni yang berada dikawasan Kelurahan Manggar Balikpapan Timur, ditahun 2017 lalu sempat menjadi salah satu lokasi objek wisata kekinian, kini jumlah kunjungan turun drastis

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Kampung Warna-Warni yang berada dikawasan Kelurahan Manggar Balikpapan Timur, ditahun 2017 lalu sempat menjadi salah satu lokasi objek wisata kekinian, karena hadirnya lukisan gambar 3D (Tiga Dimensi) yang digagas oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan.

Namun kini kondisinya justru berbalik, pemandangan yang sangat sepi serta tidak adanya pengunjung yang datang untuk berswa foto lagi. Bahkan terlihat dibeberapa lukisan nampak sudah tidak secerah dulu lagi. Selain itu, warga sekitar yang sempat mengais rezeki dengan menjual makan dan minuman, sudah tidak nampak lagi.

Saat Poskaltim.com berkunjung ke lokasi ini, salah satu warga, Rusmini (48) mengatakan, sudah hampir setahun ini pengunjung yang datang bisa dihitung dengan jari. Bahkan loket penjualan tiket yang ada di depan pintu masuk pun, kini sudah tak berpenjaga lagi.

“Sepi mas, sudah ada kali kalo setahunan. Di depan aja sudah enggak ada lagi yang jaga. Ya masuk-masuk aja (tidak dipungut biaya),” ujarnya.

Lukisan tiga dimensi yang menjadi daya tarik Kampung Warna-Warni kini telah memudar dan banyak yang terkelupas sehingga menurunkan minat pengunjung untuk datang
Lanjut Rusmini, sejatinya Pemkot Balikpapan membenahi sejumlah fasilitas seperti toilet yang kini berjumlah delapan unit, gazebo yang cukup besar, dan tempat sampah dibeberapa sudut lokasi. Selain itu, akses jalan menuju lukisan tiga dimensi juga telah dicor sepanjang 150 meter. Namun animo yang sempat ramai di masyarakat kini sudah redup.

Sementara itu Ketua RT 3 Kelurahan Manggar Baru Mukhlis mengatakan, selain bisa menikmati rumah-rumah warga yang dicat warna-warni, pengunjung juga bisa berfoto di lukisan dinding tiga dimensi. Hanya saja beberapa lukisan tersebut tampak rusak. Cat pada beberapa lukisan tampak terkelupas, terlihat pula retakan pada tembok.

“Beberapa fasilitas yang ada di Kampung Warna-Warni ini rata-rata sumbangan perusahaan lewat program coorporate social responsibility (CSR). Memang waktu dilukis, kondisi tembok belum diplester semen, jadi daya tahan lukisan bisa berpengaruh,” ujar Mukhlis.

Terkait jumlah pengunjung, Mukhlis menjelaskan jika dalam sehari hanya ada sekira enam orang saja. Ini pun terjadi sedikit ramai saat hari Sabtu dan Minggu saja.

“Ramai pengunjung hanya saat Sabtu dan Minggu saja. Kalau hari biasa paling-paling nggak sampai delapan orang. Kalau weekend bisa belasan orang lah,” terangnya.

Dirinya berharap ada inovasi baru dari instansi terkait, sehingga wisata Kampung Warna-Warni kembali ramai. Salah satunya, penambahan fasilitas berupa taman ataupun permainan anak. Begitupun dengan kondisi lukisan tiga dimensi ini diberi pelindung seperti atap, serta promosinya digencarkan kembali.

“Kegiatan-kegiatan yang bersifat promosi wisata juga harus dilakukan di sini,” ujarnya.(AND/YAN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here