MU Provinsi Sumareta Barat mengharamkan penggunaan kata-kata tak laxin pada berbagai produk, dengan tujuan menarik minat pembeli

Oleh: Urba Adiwijaya / Yuliawan A

Poskaltim.com, Padang – Penggunaan kata-kata “nyeleneh” untuk nama produk kuliner menjadi tren tersendiri di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumbar, dalam setahun terakhir. Produk yang menggunakan kata neraka, jahanam (nama neraka), setan, dan iblis biasanya untuk menggambarkan tingkat kepedasan ekstrem.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyatakan haram menggunakan kata-kata neraka, setan, dan iblis untuk nama produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan pakaian.

Sementara, jika penamaan produk terkait dengan akhlak dan etika seperti “ayam dada montok”, “mie caruik”, maka hukumnya adalah makruh. Dalam bahasa Minangkabau, “caruik” bermakna carut alias kata jorok.

“Kalau menyangkut hal-hal yang prinsip di dalam Islam terkait soal akidah seperti kata neraka, setan, iblis maka hukumnya haram,” kata Ketua Umum MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar, saat dihubungi dari Padang, Ahad (29/9).

Keputusan bidang fatwa itu diambil melalui Rapat Koordinasi Daerah MUI Sumbar dan MUI Kabupaten/Kota pada 20 Juli 2019. MUI setempat juga mengeluarkan sejumlah rekomendasi terkait hal itu yaitu kepada pemerintah agar melahirkan regulasi dalam rangka implementasi fatwa ini. Kemudian, pemerintah agar menindaklanjuti fatwa ini dalam bentuk imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat.

MUI juga mengimbau semua lapisan masyarakat agar tidak mengkonsumsi produk yang menggunakan nama-nama yang dilarang dalam fatwa ini. Sementara, kepada LPPOM MUI, diminta untuk tidak menerbitkan sertifikat halal terhadap produk yang menggunakan nama-nama yang tidak sesuai dengan syariat.

Penamaan tersebut dikarenakan perbuatan tersebut termasuk hal dilarang di dalam Islam yaitu “manhiy ‘anhu”.Namun penggunaan nama itu menuai sorotan. Salah satunya dari Pemkot Padang. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here