Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan tidak ingin gegabah memutuskan mengambil sikap atas isu yang sedang beredar terkait sebuah permainan game online bernama Player Unknown’s Battle Grounds alias PUBG. Saat ini MUI Kota Balikpapan, masih menunggu keputusan Komisi Fatwa MUI Pusat yang tengah mengkaji hal ini.

Sekretaris MUI Balikpapan, Muhammad Jaelani menjelaskan MUI Pusat saat ini tengah menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika, psikolog, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, asosiasi e-sport Indonesia dan lainnya untuk membahas game yang berbau kekerasan tersebut.

“Belum ada keputusan fatwa haram atau halal. Yang jelas masih ditangani MUI pusat. Tapi kami masih menunggu. Ini ranah nasional, kan sedang dibahas tentunya kita tunggu keputusan pusat dulu,” ujarnya.

Sekretaris MUI Balikpapan, Muhammad Jaelani menjelaskan tentang hukum permainan game online PUBG
MUI Kota Balikpapan akan mematuhi apapun keputusan MUI Pusat. “Intinya masih menunggu keputusan pusat karena sudah ditangani, nanti apapun keputusannya didaerah tetap harus mengikuti. Karena memang saat ini belum ada keputusan,” tembahnya.

Menurutnya semua permainan yang dapat melalaikan kewajiban umat Islam, terutama sholat lima awktu, tentu tidak baik. “Soal permainan kembali kepada orangnya kalau itu menghabiskna waktu sampai melanggar waktu shalat ya tentu itukan tidak baik,” jelasnya.

Jaelani menambahkan tugas MUI di daerah hanya sebagai mensosialisasikan seluruh keputusan MUI pusat sehingga dapat diterapkan didaerah. “Masih dalam bentuk wacana urun rembug berkaitan dengan fatwa hukum. Tugas kita menganalisanya keputusan itu dan menyosialisasikan,” tutupnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here