Rusia kembali melakukan serangan udara. Wilayah Idlib di Damaskus Kairo dibombardir oleh militer Rusia, 10 warga sipil tewas, serta 20 lainnya mengalami luka-luka..

Oleh : Ore Kantari / Yuliawan A

Poskaltim.com, DAMASKUS — Rusia kembali melakukan serangan udara. Wilayah Idlib di Damaskus Kairo dibombardir oleh militer Rusia, karena dianggap sebagai pusat pemberontak Suriah.

Namun serangan ini tidak mencelakai pemberontak, namun justru membuat 10 warga sipil tewas, serta 20 lainnya mengalami luka-luka.

Idlib adalah basis pemberontak Suriah. Mereka berlindung di antara warga yang ada. Para pemberontak itu menjadikan warga sebagai tameng hidup, yang melindunginya dari gempuran yang dilakukan berbagai negara yang memburunya.

Menurut AFP, Rusia melakukan serangan itu Rabu (6/11/2019). Ini merupakan serangan lanjutan yang dilakukan Sabtu (2/11), yang menewaskan empat warga sipil.

Banyaknya korban warga sipil ini membuat Pegiat Hak Asasi Manusia menyoroti. Mereka mengecam serangan itu.

Koresponden AFP yang melihat langsung penyerbuan itu melaporkan, ada petugas yang membawa gadis kecil dari puing-puing reruntuhan. Dia terluka parah.

Idlib adalah basis pemberontak Suriah. Daerah ini dihuni sekitar tiga juta orang. Mereka dikendalikan pemberontak, dan menadi tameng hidup.

Pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad sudah melakukan aksi militer di kota ini sejak April 2019, menewaskan sekitar 1.000 warga sipil, serta mengusir lebih dari 400.000 orang.

Perang Suriah yang tak selesai-selesai sejak tahun 2011 ini telah menyebabkan 370.000 orang tewas, dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here