Rizal Djalil ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)

Oleh Rudi Hasan /Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil (RIZ), sebagai tersangka suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Rizal Djalil sebelumnya pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus itu.

“Dalam pengembangan perkara ini, ditemukan dugaan aliran dana 100 ribu dolar Singapura pada salah satu anggota BPK RI dari pihak swasta,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, Rabu (25/9).

Selain Rizal, KPK juga menetapkan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo (LJP) dalam kasus yang sama. Leonardo adalah pemberi suap terkait proyek pembangunan SPAM di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2017-2018.

Sebagai penerima, Rizal disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sementara, sebagai pemberi, Leonardo disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Perkara itu berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap delapan orang pada 28 Desember 2018. Mereka terdiri dari direksi perusahaan swasta dan pejabat di Lampung. Mereka adalah Kasatker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare; PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah; Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar, dan; PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin.

Sementara dari swasta yakni Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindao (WKE), Budi Suharto; Direktur PT WKE, Lily Sundarsih; Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma, dan; Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo.

Pihak yang ditangkap dari unsur swasta diduga memberi suap terkait lelang proyek SPAM tahun anggaran 2017-2018. Tujuannya supaya kedua perusahaan itu memenangi 12 proyek SPAM dengan nilai Rp 429 miliar. KPK mengamankan barang bukti uang senilai Rp3,3 miliar, 23.100 dolar Singapura, dan 3.200 dolar AS atau total sekitar Rp3,58 miliar dari OTT ketika itu. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here