Menteri Kesehatan Kuba, Jose Angel Portal Miranda.

Oleh: Arif S / Yuliawan A

Poskaltim.com, Havana – Pemerintah AS tidak bersedia mengeluarkan visa untuk rencana Menteri Kesehatan Kuba, Jose Angel Portal Miranda, untuk menghadiri pertemuan Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (PAHO) di Washington, Amerika Serikat (AS).

Kedutaan Besar Kuba di Washington menulis surat elektronik (surel) pada Senin (30/9) kepada mereka yang sudah diundang untuk menghadiri acara dengan Jose. Kedubes Kuba menyatakan acara tersebut dibatalkan karena Jose dan delegasinya tidak diberi visa.

“Pemerintah Amerika Serikat lagi-lagi melanggar kewajibannya sebagai tuan rumah organisasi internasional,” demikian isu surel yang dilihat Reuters. Padahal, PAHO merupakan kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia untuk wilayah Amerika.

Awal bulan ini, Washington memerintahkan pengusiran dari AS dua anggota delegasi Kuba untuk PBB karena berusaha “berperilaku mempengaruhi operasi” yang merugikan keamanan nasional AS. Departemen Luar Negeri AS memberlakukan pembatasan visa atas para pejabat Kuba yang bertanggung jawab atas praktik-praktik buruh eksploitatif dalam program pengiriman layanan medis di negara pulau itu.

“Memanfaatkan pekerjaan dokter-dokter Kuba merupakan praktik yang sudah berlangsung selama beberapa dekade di era Castro. Hal itu berlangsung hari ini,” kata Deplu AS dalam sebuah pernyataan.

Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, telah menuding Kuba mengirim para staf medis ke berbagai belahan dunia yang bertentangan dengan keinginan mereka. Kadangkala Kuba menyita paspor-paspor mereka dan membayar mereka dengan gaji yang amat kecil.

Kuba membantah tuduhan-tuduhan tersebut dan apa yang dikatakan AS dianggapnya berbohong serta merusak layanan kesehatannya. Sedangkan program itu mendorong pemasukan dengan mengirim lebih 50. 000 pekerja kesehatan ke lebih 60 negara.

Para dokter yang sering bekerja di kawasan-kawasan miskin dan terpencil, dengan fasilitas kesehatan terbatas, mendatangkan uang jika diukur dari standar Kuba, walaupun mereka hanya mendapatkan 25 persen. Dengan membalik kebijakan pendahulunya, Trump telah memperketat embargo perdagangan yang sudah berlangsung beberapa dekade sejak menjadi presiden, menyasar investasi asing di Kuba, pariwisata, uang kiriman dari orang-orang Kuba di luar negeri dan pengiriman bahan bakar. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here