Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mewanti-wanti agar para kepala daerah bisa menjaga ucapan mereka. Dia tidak ingin ada kepala daerah berkomentar provokatif dan menyulut emosi masyarakat luas.

Hal itu disampaikan Tjahjo menyikapi insiden Manokwari dan Jayapura. Dia tidak secara langsung menyebut siapa kepala daerah dimaksud. Kepala daerah, kata dia, seharusnya mampu menahan ucapan dan tidak berkata buruk kepada warga secara keseluruhan.

“Saya minta termasuk diri saya untuk hati-hati dalam membuat statement ya, karena statement sekecil apa pun kalau emosional tanpa terkendali itu bisa menimbulkan opini yang berbeda,” kata Tjahjo usai pertemuan rapat koordinasi di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (19/8).

Menurutnya, pernyataan kepala daerah yang cenderung tendensius akan menimbulkan opini berbeda dan dapat menyebabkan kesalahpahaman. “Juga bisa menimbulkan (kericuhan) seperti yang terjadi di Manokwari dan Jayapura,” ujar dia.

Dalam waktu dekat, Mendagri akan memanggil Gubernur Papua dan meminta klarifikasi dari pernyataan Sekda Papua. Hal ini dilakukan setelah kondisi dan situasi di Jayapura mereda.

“Setelah situasi membaik ya, karena kepala daerah sebagai kepala wilayah harus bertanggung jawab (yang) ada di daerahnya. Sore ini Gubernur Papua Barat juga langsung pulang ke Manokwari dari Jakarta untuk menerima para demo, kalau yang nerima gubernur kan beda,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah Ormas mendatangi asrama mahasiswa Papua yang berada di Kota Surabaya, Jawa Timur. Mereka berusaha masuk ke dalam asrama namun dicegah oleh aparat keamanan yang berjaga di pagar asrama.

Pemicunya disinyalir karena mahasiswa Papua enggan mengibarkan bendera merah putih di halaman asrama. Massa ormas kemudian melempari asrama mahasiswa dengan batu, diduga ada ujaran bernada rasisme sehingga membuat mahasiswa Papua dalam asrama marah.

Sementara di Kota Malang, aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di perempatan Raja Bali, 15 Agustus lalu, berujung bentrok. AMP menyebut ada korban pemukulan saat akan melakukan aksi demonstrasi di depan Balai Kota Malang. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here