menangkap ikan dengan menggunakan alat setrum jelas dilarang dalam rumusan Pasal 84 ayat 1 dan atau Pasal 86 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Hati-hati bagi siapa saja yang gear mencari ikan dengan menggunakan setrum. Karena menangkap ikan dengan menggunakan alat setrum jelas dilarang dalam rumusan Pasal 84 ayat 1 dan atau Pasal 86 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan juncto Pasal 100B Undang-Undang RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Menangkap ikan dengan metode setrum selain berbahaya juga diancam pidana penjara maksimal enam tahun serta denda maksimal sebesar Rp1,2 miliar bagi yang menggunakan alat penangkap ikan yang dilarang itu. Namun, hingga saat ini masih ada masyarakat yang menggunakan setrum.

Kasus terbaru menimpa pria bernama Aswadi (35). Warga Desa Hambuku Baru RT 003 Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan. Dia diamankan Polsek Babirik karena kedapatan mencari ikan menggunakan alat setrum dengan daya dari aki untuk mengalirkan tenaga listrik.

“Anggota mendapat informasi masyarakat bahwa ada seorang pria sedang menyetrum ikan, kemudian langsung diamankan,” kata Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan melalui Kasubag Humas Iptu Alam di Amuntai, Senin (29/7).

Saat diamankan, petugas menemukan barang bukti alat setrum berupa dua buah stik dengan gagang dari bambu yang ujungnya besi dan dialiri tenaga listrik melalui satu buah aki.

Adapun untuk ikan yang sudah didapat pelaku dalam kondisi menggelepar setengah mati di antaranya delapan ekor ikan sepat siam, empat ekor ikan nila, lima ekor ikan gabus atau haruan, dua ekor ikan papuyu, dua ekor ikan lais, satu ekor ikan patung, satu ekor ikan putih dan dua ekor belut.

Menurut dia, sosialisasi ke masyarakat pun sudah sering dilakukan. Bahkan antar warga juga diminta untuk saling mengingatkan soal larangan tersebut.

“Penyetruman ikan membahayakan ekosistem karena aliran listrik dapat mematikan ikan-ikan kecil yang ada di sekitarnya. Bahkan, si pencari ikan juga terancam tersengat aliran listrik dari alatnya,” jelas Alam.

Selain itu kegiatan mencari ikan dengan setrum ini pun dapat memicu konflik social karena ada saja warga yang marah dan main hakim sendiri atas ulah nekad para pelaku setrum ikan ini.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here