Taman Baca Iqro memperkenalkan carca-cara membatik untuk meningkatkan kecintaan pada kekayaan budaya Indonesia

Oleh : Mashardiansyah

Poskaltim.com, Samarinda — Jika membahas tentang budaya Indonesia yang sangat banyak dan beragam, memang tak akan ada habisnya, salah satunya kerajinan batik yang merupakan identitas kebanggaan bangsa Indonesia.

Oleh karenanya, sebagai anak-anak bangsa sudah seharusnya kita mengetahui seluk beluk proses pembuatan kain batik, diantaranya mengetahui tentang motif batik dari tiap daerah, ciri khas batik, dan yang utama adalah proses pembuatannya.

Pada umumnya, proses pembuatan batik pada tiap daerah sama, yaitu dengan memanfaatkan alat sederhana yang bisa menghasilkan pola-pola menarik dan beraneka ragam. Seperti yang dilakukan oleh Taman Baca Masyarakat (TBM) Iqro, yang beralamat di Jalan Joyo Mulyo Gang Atthoriq RT.37 No. 61 Lempake, mengenalkan cara membatik yang menarik untuk dikerjakan.

Mengadakan pengenalan dan praktek membatik pada anak-anak TBM yang berusia lima hingga 12 tahun, pengelola TBM Iqro Lempake menyiapkan sejumlah alat dan bahan yang sederhana namun menghasilkan bahan yang menarik dan bernilai jual.

“Alat yang digunakan sangat sederhana, yaitu dengan memanfaatkan alat-alat yang terdapat di sekitar rumah diantaranya koin, kelereng, karet gelang, isolasi dan benang,” jelasnya.

Selain bisa membuat batik secara langsung, anak-anak juga mendapat penjelasan tentang cara membuat pewarna alami yakni menggunakan kunyit, daun lanang, daun rambai, kantil, daun suji, daun pandan, daun jati dan daun jambu. Begitupun teknik yang dipakai dalam proses yang dilakukan selama dua minggu untuk menghasilkan warna yang terang.

“Kali ini kami menggunakan pewarna tekstil dan semua anak menggunakan sarung tangan agar aman bagi mereka,” ungkapnya.

Dalam pembuatan Batik, Rachmawati pun dibuat kagum oleh hasil-hasil karya anak-anak TBM Iqro ini, karena hasil batik yang mereka peroleh polanya berbeda dan unik.

“Cara membuatnya sangat mudah, dibungkus, diikat, digulung dan dikasih pewarna kemudian dijemur, semua anak bekerja dan Alhamdulillah batik yang dihasilkan semua bagus dan keren. Kedepannya saya harap anak-anak ini dirumah bisa menggali lagi potensi dan karya-karya kreatifitas yang mereka miliki, tentu saja itu perlu dukungan penuh dari orang tua,” harap Rachmawati.(MSD/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here