“Kerja sama ASEAN tidak bertumpu pada pakta militer ataupun pakta politik, akan tetapi diwujudkan dengan cara meneguhkan ketahanan nasional masing-masing negara anggotanya,” tulis Mbak Tutut.

Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Pada era Presiden Soeharto berkuasa, presiden kedua RI tersebut selalu mengingatkan kepada jajaran menterinya akan perlunya Asia Tenggara menjadi kawasan regional yang damai.

Hal itu diungkapkan putri sulung Pak Harto, Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut, lewat akun resmi media sosialnya, Rabu (31/7).

“Kerja sama ASEAN tidak bertumpu pada pakta militer ataupun pakta politik, akan tetapi diwujudkan dengan cara meneguhkan ketahanan nasional masing-masing negara anggotanya,” tulis Mbak Tutut.

Dia mengatakan, negara-negara ASEAN tak ubahnya saudara dekat. Karena sama-sama berada di Asia Tenggara, mewujudkan kerja sama erat, saling pengertian, dan hidup berdampingan secara damai, menjadi kebutuhan mutlak di kawasan ini.

“Oleh karena itu, Bapak (Soeharto) selalu menekankan bahwa hubungan baik penuh persaudaaraan antarnegara ASEAN harus kita bina,” ujarnya.

Pada 8 Agustus 1967, ASEAN resmi didirikan. Artinya, usia perhimpunan negara-negara Asia Tenggara itu sudah lebih dari setengah abad. Mbak Tutut berharap persaudaraan bangsa-bangsa Asia Tenggara semakin erat, untuk secara bersama-sama meraih kemajuan dan kesejahteraan pada masa-masa mendatang.

“Semoga peran bangsa kita juga semakin penting bagi kawasan ini. Video lengkapnya dapat dilihat di: https://t.co/hnQdmz2W3N,” cuitnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here