Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempersilahkan laporan masyarakat yang mengetahui asset milik mantan Menpora Imam Nahrawi, karena korupsinya cukup besar hingga mencapai puluhan miliar.

“Kami lagi identifikasi dan telusuri asetnya karena dugaan suap yang diterima sejauh ini kan cukup signifikan lebih dari Rp26 miliar,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat(20/9).

Proses penelusuran dibutuhkan agar “asset recovery” atau uang dapat dikembalikan ke negara bisa lebih maksimal.

Selain itu, KPK juga membuka saluran jika masyarakat memiliki informasi terkait kepemilikan aset tersangka Imam.

“KPK membuka pintu bagi masyarakat yang ingin memberi informasi pada KPK terkait dengan misalnya ada aset-aset yang diduga dimiliki oleh tersangka,” kata Febri.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK mengungkapkan bahwa sumber uang yang diterima Imam merupakan “commitment fee” terkait tiga hal. Yakni anggaran fasilitasi bantuan untuk dukungan administrasi KONI mendukung persiapan Asian Games 2018.

Kedua, anggaran fasilitasi bantuan kegiatan peningkatan kapasitas tenaga keolahragaan KONI Pusat Tahun 2018;

Ketiga, bantuan pemerintah kepada KONI guna pelaksanaan pengawasan dan pendampingan pada kegiatan peningkatan prestasi olahraga nasional.

Selain Menpora, KPK telah menetapkan asisten pribadi Imam Nahrawi, yakni Miftahul Ulum sebagai tersangka dalam pengembangan perkara suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Saat jumpa pers pada Rabu (18/9), KPK menduga Imam menerima uang dengan total Rp26,5 miliar. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.
Adapun rinciannya, dalam rentang 2014-2018, Menpora melalui Ulum diduga telah menerima uang sejumlah Rp14,7 miliar.

Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here