Peserta Sosialisasi Pengelolaan Hutan Bakau Berkelanjutan mengunjungi hutan bakau di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Penajam — Pelaksanaan Sosialisasi Pengelolaan Hutan Bakau Berkelanjutan mengajak peserta mengunjungi hutan bakau di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis (15/8). Kunjungan di hari kedua ini bertujuan melihat lokasi hutan bakau alam liar mangrove dan budidaya tanaman mangrove oleh masyarakat sekitar Kelurahan Mentawir.

Kepala Seksi Reklamasi dan Jasa Kelautan Vito Yuwono mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim mengatakan latar belakang diadakannya sosialisasi ini adalah menjadi salah satu program kegiatan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) untuk mengurangi emisi karbon kawasan mangrove yang merupakan kawasan konservasi.
“Tujuan utamanya agar masyarakat mempertahankan dan melestarikan kawasan mangrove agar penurunan emisi karbon dapat berjalan dengan baik di wilayah Kaltim,” ujar Vito Yuwono.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa, Muhammad Yamani, mengatakan wilayah hutan bakau Mentawir luasnya sekitar 22.220 hektar dan dihuni oleh 215 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 710 jiwa.

“Masyarakat harus dirubah cara berpikirnya karena taraf pendidikan warga yang rata-rata di bawah standar. Sehingga dibutuhkan pola pikir baru yang bisa menuntun masyarakat supaya menjadikan kawasan mangrove benar-benar bermanfaat,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Traso Diharto mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kaltim membuka sosialisasi Pengelolaan Hutan Bakau Berkelanjutan (Silvofishery) bagi masyakarat dan petugas teknis, di Buen Room The Rich Hotel, Penajam, sejak Rabu (14/08).

Sosialisasi ini pun dihadiri perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim dan Kabupaten PPU, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahaan Iklim (P3SEKPI) dan Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim serta perangkat daerah terkait.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here