Maskapai Air Asia saat ini telah menjajaki untuk pembukaan rute baru di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT) Pranoto Samarinda..(foto:ist)

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Maskapai Air Asia saat ini telah menjajaki untuk pembukaan rute baru di Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepala Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi menjelaskan perwakilan maskapai Air Asia telah mengutarakan niatnya untuk membuka rute baru Samarinda –Jakarta dan Samarinda Kuala Lumpur.

“Ini masih kita pertimbangkan, mengingat akan ada perbaikan dan penghentian operasional bandara selama 26 hari untuk perbaikan dan beberapa pekerjaan lainnya. Apalagi kan sejak dibangun, bandara kita ini memang ditargetkan untuk menjadi bandara internasional,” ujar Dodi, Selasa (12/11).

Selain pertimbangan pembenahan, untuk rute internasional, ujar Dodi, diperlukan juga pertimbangan dan kajian dari Kementerian Perhubungan di Jakarta.

Sejak awal dibangun, kata internasional memang disematkan untuk bandara kebanggaan masyarakat Samarinda ini. Bahkan Gubernur Kaltim terdahulu, Awang Faroek Ishak, menginginkan penerbangan internasional untuk kota-kota satu daratan seperti Samarinda-Kuching, Samarinda, Kota Kinabalu dan Tawau, Malaysia Timur.

Dodi mengungkapkan, seiring dengan ditunjuknya Kaltim sebagai calon Ibu Kota baru Republik Indonesia, maka bandara APT Pranoto menjadi bandara pendukung untuk penerbangan domestik dari seluruh Indonesia.

“Program kementerian Perhubungan, hingga tahun 2023, panjang landasan akan ditambah dari 2.250 meter menjadi 3.000 meter dan area terminal akan diperluas hingga 120.000 meter persegi atau dua kali lipat bagunan terminal yang ada saat ini,” ujarnya.

Senada dengan keinginan Air Asia, Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kaltim, Irma Dian Sari mengungkapkan harapannya agar bisa ada penerbangan langsung dari Samarinda – Kuala Lumpur ataupun Samarinda-Singapura, mengingat dua kota ini kerap menjadi tujuan orang Indonesia, tidak saja berwisata melainkan juga berobat dan sekolah.

“Yang perlu dipikirkan bagaimana bisa terjadi imbal balik, tidak saja orang Kaltim yang ke sana tetapi bagaimana kita dapat menarik orang Malaysia dan Singapura untuk bisa berkunjung ke Kaltim,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here