Tingginya pencurian di lingkungan masjid membuat pengurus dan jamaah untuk selalu waspada dan berhati-hati. (foto:ist)

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Selama bulan Ramadhan di Kota Balikpapan tindak kriminal yang menyasar masjid sering terjadi. Tercatat sudah ada lima kali kasus pencurian terjadi di area masjid. Baik pencurian sepeda motor maupun peralatan elektronik milik masjid ataupun barang jamaah yang beristirahat.

Mengetahui hal itu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan, Solahuddin Siregar menyayangkan kejadian tersebut. Dimana tindak pencurian di masjid justru makin meningkat di bulan puasa ini.

Solahuddin Siregar sempat berdiskusikan kepada pihak kepolisian, menurut polisi hal ini memang wajar lantaran memasuki dan menjelang lebaran kebutuhan warga semakin besar, sehingga dengan mencuri pelaku bisa menambah penghasilannya.

“Iya saya sempat diskusi sama polres, katanya memang seperti itu karena kebutuhan masyarakat di bulan puasa meningkat, jadi mencuri jadi jalan cepat mereka. Tahun lalu kan juga banyak kejadian, jadi ya memang seperti itu,” ujarnya pada Minggu siang (19/5).

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan, Solahuddin Siregar
Lanjut Siregar, dirinya sangat prihatin pelaku dengan tega melakukan pencurian di masjid. Padahal masjid merupakan rumah tuhan bagi umat muslim. Bahkan pelaku melakukannya di bulan puasa. Menurut Siregar hal ini dikarenakan keimanan dari pelaku yang kurang sehingga membuatnya buta terhadap apa yang dilakukannya.

DMI Balikpapan telah mengimbau kepada 440 masjid yang ada di Balikpapan untuk meningkatkan kewaspadaan di masjid. Bahkan meminta kepada pengurus masjid untuk mengecek dengan rutin kondisi masjid. Tak hanya itu, ia meminta pemasangan CCTV di masjid guna untuk mengungkap pelaku agar memberi efek jera dan mencegah terjadinya pencurian.

“Ya sebelum memasuki puasa kami sudah sosialisasi ke masjid-masjid, kami minta untuk tingkatkan kewaspadaan. Karena berkaca tahun lalu pencuri ini sering masuk ke masjid, mereka mengamati kondisi masjid dengan melihat letak CCTV ataupun aktivitas masjid,” terangnya.

Dengan kondisi seperti ini, Siregar pun telah mengadakan sayembara kepada masjid-masjid yang mampu menciptakan kondisi aman dan bersih selama Ramadhan, dan akan diberikan penghargaan.

“Iya kami buat sayembara. Jadi selama Ramadhan ini masjid siapa yang aman dan bersih maka kami berikan penghargaan kepada mereka, ini untuk memberikan semangat mereka,” jelasnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here