Masjid Raudhatul Ibadah berdiri kokoh di atas bukit kecil Jalan Nuri sejak tahun 1994 silam

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Sebanyak 999 unit Masjid yang dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP) di Indonesia dan dua diantaranya ada di Kota Beriman Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sebelumnya, Poskaltim.com telah mengulas Masjid Al Ikhlas yang merupakan satu diantaranya. Dan kini kembali mengulas masjid peninggalan Presiden Ke-2 RI, HM Soeharto yang terletak di Jalan Nuri RT 19 komplek perumahan RSS Damai 3 Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan.

Masjid Raudhatul Ibadah berdiri kokoh di atas bukit kecil Jalan Nuri sejak tahun 1994 silam. Sang presiden kala itu, Pak Harto langsung meresmikan pembangunan masjid ini.

Saat Poskaltim.com menyambangi Masjid Raudhatul Ibadah, langsung disambut hangat oleh sang kaum (marbot, dalam bahasa setempat) bernama Muhammad Mansur (41). Sejak 9 tahun silam menjadi kaum di masjid ini. Dirinya menggantikan kaum sebelumnya yang telah wafat dan telah menceritakan sejarah masjid yang bernilai sejarah ini.

Meski zaman telah berganti, masjid Raudhatul Ibadah tetap pada bangunan aslinya. Meski terdapat sedikit renovasi di bagian belakangnya. Ini dilakukan semata-mata untuk membuat jamaah merasa nyaman dan cukup menampung lebih banyak lagi.

“Alhamdulillah masih aslinya. Cuma dibelakang yang kita tambah. Karena jamaahnya semakin banyak,” ujarnya.

Saat sebelum ada tambahan bangunan, bangunan asli hanya mampu menampung sekitar 150 orang jamaah saja, seiring waktu jamaah dari kawasan ini semakin banyak berdatangan. Sehingga hal ini lah yang membuat pengurus melebarkan bangunan namun tanpa merubah bangunan inti bangunan.

Muhammad Mansur yang telah bertugas selama sembilan tahun di Masjid Raudhatul Ibadah
“Kalo dulu kan cuma warga sekitar sini aja yang datang, nah kalo sekarang ini dari mana-mana aja sudah, pokoknya banyak,” jelas Mansur.

Bahkan meski berjarak kurang lebih satu kilometer dari Masjid Islamic Center Balikpapan, masjid ini tak pernah sepi dari pengunjungnya, bahkan menjadi tempat persinggahan bagi masyarakat yang ingin beristirahat.

“Mungkin karena berdiri di atas bukit terus banyak pohonnya jadi sejuk dan banyak yang singgah disini,” terangnya.

Di bulan Ramadhan kali ini aktifitas di masjid ini tidak banyak, hanya melakukan kegiatan seperti membaca yasin dan sholawat. Warga sekitarlah setiap sorenya sambil menantikan waktu berbuka puasa.
“Alhamdulillah kalo sore kita yasinan sama baca sholawat sambil menunggu buka puasanya,” jelas Mansur.

Masjid yang terbuka bagi masyarakat selama 24 jam ini pernah menjadi aksi kejahatan pencurian kotak amal hingga 10 kali. Namun untuk menghindari hal tersebut terulang kembali, kini masjid Raudhatul Ibadah telah dilengkapi dengan CCTV, sehingga pencurian kotak amal ini tidak pernah terjadi kembali.

Saat Poskaltim.com mengamati bangunan asli masjid ini ada hal yang unik dan luar biasa, yakni bangunan masjid ini tidak memiliki tiang penyanggah di bagian tengahnya, sehingga jika berada didalam masjid ini terasa sangat luas.

Mansur mengatakan, banyak jamaah yang betah berada di dalam masjid Raudhatul Ibadah ini, namun masih banyak pula masyarakat yang tidak mengetahui jika masjid ini adalah pendirian almarhum Presiden Soeharto di saat jamannya.

“Kalau ada yang bertanya barus aja jelaskan bahwa masjid ini peninggalan era Soeharto. Prasastinya pun masih menempel di dinding dengan sempurna,” ucapnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here