Masjid Babri yang dikenal juga dengan nama Masjid Zhainuddin Muhammad.

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, New Delhi – Masjid Babri, yang dibangun pada abad ke-16 di Ayodhya, Uttar Pradesh, pada tahun 1992 memicu kerusuhan berdarah yang menewaskan sekitar 2.000 orang, sebagian besar korbannya adalah Muslim. Hingga kini lokasi masjid ini menjadi perebutan antara Muslim Indoa dan pemeluk Hindu.

Keputusan pengadilan yang lebih rendah pada tahun 2010 memutuskan bahwa masjid seluas 1,12 hektar itu dibagi menjadi milik komunitas Muslim dan Hindu, kutip AFP.

Hakim memulai proses penyelesaian hampir setiap hari sejak Agustus, setelah gagal melakukan negosiasi dengan kedua belah pihak.

Orang Hindu percaya bahwa Sri Rama lahir di lokasi masjid dan mengklaim bahwa penguasa Muslim, Babur, Kaisar Mughal pertama, menghancurkan kuil pada tahun 1500-an untuk pembangunan Masjid Babri.

Babur yang juga memiliki nama lain, Zahiruddin Babar Mahmud atau Sultan Zahiruddin Muhammad Babur, jenderal keturunan kelima dari penakluk terkenal Timur Lenk ini mendirikan Dinasti Mughal, sebutan untuk dinasti raja-raja Islam yang berkuasa di India bagian utara selama ratusan tahun.

Sultan Mughal I, Zhainuddin Muhammad alias Babur

Saat mulai berkuasa di India tahun 1527, pemimpin yang dikenal mencintai Al-Qur’an, pengetahuan dan sastra ini memerintahkan pembangunan masjid. Hasilnya adalah Masjid Babri, sebuah tempat suci Islam terbesar di Uttar Pradesh, India dengan gaya arsitek Jaunpur.

Selama pendudukan Inggris, pagar dibangun memisahkan tempat-tempat ibadah Islam di dalam sementara Hindu berada di luar. Kelompok Hindu garis keras mendapatkan momentum untuk memperkuat posisinya, khususnya setelah hangatnya konflik India-Pakistan.

Perselisihan hukum dimulai pada tahun 1885 dengan permintaan untuk mendirikan tenda di halaman masjid untuk umat Hindu. Pada tahun 1949, dua tahun setelah kemerdekaan India, sudah mulai ada usaha memaksa meletakkan patung Sri Rama di dalam masjid milik umat Islam itu.
Kelompok Hindu garis keras juga menyebarkan isu bahwa patung Sri Rama muncul tiba-tiba di dalam masjid, lantas dijadikan seolah sebagai bukti Masjid Babri berdiri di atas lokasi kelahiran Dewa Sri Rama.

Orang-orang Muslim melakukan aksi protes dan perselisihan terus berlangsung sampai hari ini.
Pada 1984, umat Hindu membentuk sebuah komite untuk membebaskan tempat kelahiran Sri Rama dan membangun sebuah kuil yang dipimpin oleh LK Advani, pemimpin nasionalis Hindu, Partai Bharatiya Janata (BJP) yang sekarang berkuasa, Perdana Menteri Narendra Modi.

Pada 6 Desember 1992, 200.000 ekstremis Hindu menghancurkan masjid, memicu kekerasan yang menewaskan sedikitnya 2.000 orang muslim.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here