Oleh: M Aulia Rahman

Indonesiainside.id, Jakarta – Banyak peserta program Solusi Rumah Warga (Samawa) atau rumah DP Rp0 yang permohonan KPR-nya belum dapat disetujui. Ini membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau calon pemohon agar mengurangi konsumsi cicilan sehingga permohonan kreditnya dapat lolos dan layak disetujui.

“Program ini memang menyasar pemohon dengan kondisi keuangan dan pengelolaannya yang baik. Meski masuk dalam kategori, peserta program ini perlu memiliki kondisi keuangan yang sehat dengan pengelolaan yang juga baik,” ujar Kepala Unit Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dzikran Kurniawan, Sabtu (31/8).

Hal tersebut disampaikan saat peresmian Tower Samawa yang menjadi hunian pertama di lokasi hunian Nuansa Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Ia juga mengatakan, bahwa program ini adalah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengatasi masalah kepemilikan rumah, melalui fasilitasi pembiayaan kepemilikan dengan skema tanpa uang muka.

“Developer dan lembaga pembiayaan diharapkan ikut serta dalam program ini. Silakan bangun unitnya dan berkolaborasi dengan Pemprov DKI,” tuturnya.

Dzikran juga memaparkan, banyak pemohon memiliki pola pengelolaan keuangan yang kurang sehat. Profil pemohon seperti ini biasanya memiliki beberapa tanggungan kredit pinjaman yang jumlahnya cukup tinggi, sehingga nantinya berpotensi akan memberatkan mereka dalam membayar cicilan KPR.

Di samping itu, sejumlah pemohon ternyata telah memiliki skema KPR dari bank lain, serta terdapat pula beberapa pemohon yang memiliki kredit yang bermasalah. Karena itu, pengajuan KPR mereka melalui program Samawa belum dapat disetujui. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here