Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia WHO tahun 2018, penyakit kanker payudara pada wanita Indonesia menduduki peringkat pertama dibandingkan kasus kanker lainnya.

Oleh: Anita Sinuhaji / Yuliawan A

Poskaltim.com, Medan – Kepala CS dan Pusat Informasi dan Pengaduan Pelanggan (PIPP) RSU Murni Teguh Medan, Winda Aqmalia Lingga mengatakan jumlah kunjungan pasien kanker payudara tahun 2018 sebanyak 1.392 pasien. Sedangkan jumlah kunjungan pasien kanker payudara tahun 2019 sebanyak 1.526 pasien.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia WHO tahun 2018, penyakit kanker payudara pada wanita Indonesia menduduki peringkat pertama dibandingkan kasus kanker yang lain, yaitu 56.256 kasus per tahun, dengan angka kematian 22.692 kasus per tahunnya.

Untuk di sejumlah rumah sakit saja jumlah kunjungan pasien kanker payudara meningkat seperti di Rumah Sakit Umum (RSU) Murni Teguh Medan dari tahun 2018 ke 2019.

“Pasien yang berobat jalan di tahun 2019 sebanyak 1.366 kunjungan pasien dan rawat inap dari Januari-September 2019 sebanyak 160 kunjungan pasien,” katanya pada wartawan, Kamis (24/10).

Menanggapi angka ini Rachel Olsen Ahli Nutrisi dari Youvit mengatakan kebanyakan wanita di Indonesia saat ini lebih fokus untuk mempercantik diri mereka. Mulai dari seringnya ke salon, rutinitas harian dengan skin care, hingga berburu kosmetik terbaru. Ironisnya, belum banyak yang sadar untuk rutin menjalani gaya hidup sehat.

Misalnya, ‘perburuan’ makanan kekinian berbahan dasar boba, keju maupun bakar-bakaran masih marak sekarang ini. Padahal makanan seperti ini tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Malah makanan seperti ini tinggi lemak, gula, garam dan bahkan ada yang memicu kanker karena mengandung zat karsinogen.

Ditambahkannya, nutrisi alami sebenarnya memiliki peranan penting untuk proses reproduksi sel pada tubuh. “Kalau tubuh kita tidak cukup mendapatkan nutrisi alami seperti vitamin dan mineral tiap harinya, secara perlahan ini dapat mengganggu proses pembentukan sel baru.

Nah, kalau hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sel akan berpotensi untuk tumbuh secara abnormal, sehingga mengakibatkan penyakit seperti tumor bahkan kanker,” jelasnya.

Sementara, dr. Yendri Januari, SpB(K)Onk mengimbau pada perempuan untuk deteksi dini kanker payudara melalui langkah SADARI yakni dilakukan secara berkala oleh para wanita di semua rentang usia. Meskipun memang kebanyakan kasus kanker payudara terjadi di usia 40 tahun ke atas dan juga bisa menyerang pada pria penyakit ini perlu diwaspadai oleh semua kalangan.

“Kalau memang sudah dinyatakan memiliki kanker payudara, sebaiknya segera melakukan terapi sesuai dengan stadiumnya, seperti kemoterapi, terapi hormon dan lain-lain. Semakin cepat bisa terdeteksi, dokter dapat melakukan langkah terbaik untuk mencegah penyebaran kanker yang lebih luas,” ucap dokter spesialis Onkologi ini.

Dia menyarankan pula bahwa tiap wanita tidak perlu ragu dan jangan menunda untuk memeriksakan diri langsung ke dokter jika memang merasa menemukan tanda-tanda kanker payudara pada tubuhnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here