Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2019-2024 yang berjalan lancar walaupun diwarnai adanya aksi unjuk rasa. mahasiswa.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2019-2024 disertai aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa yang menamakan diri mereka Aliansi Garda Kaltim, yang berunjuk rasa di luar gedung DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar Samarinda.

Bahkan, sebanyak 55 orang anggota DPRD Kaltim yang dilantik di gedung utama ruang sidang dewan, usai pelantikan mendapatkan dukungan sekaligus teriakan dari beberapa mahasiswa yang berhasil masuk ke ruang sidang. Para mahasiswa meneriakkan kata-kata “Selamat bekerja. Jangan tidur saat sidang paripurna,” ujar para mahasiswa kali-kali.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 55 anggota legislatif ini berjalan lancar dipimpin langsung oleh Ketua DPRD periode 2014-2019, H. Muhammad Syahrun, dalam acara Rapat Paripurna DPRD Kaltim, pada Senin,(2/8)

Koordinator lapangan aksi, Ahmad Fikrianto di luar ruang sidang menyerukan beberapa tuntutan agar para anggota dewan terpilih untuk menandatangani pakta integritas berupa, selalu hadir saat rapat paripurna, tidak terlibat korupsi, kolusi dan nepotisme, melibatkan mahasiswa dalam setiap kajian yang akan diputuskan, berkomitmen untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan merealisasikan janji kampanye serta mengaspirasikan setiap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Garda Kaltim, yang berunjuk rasa di laur gedung DPRD Kaltim Jalan Teuku Umar Samarida, menuntut anggota DPRD terpilih untuk dapat bekerja lebih keras lagi dalam mengontrol jalannya pembangunan.
Atas tuntutan ini, anggota dewan terpilih Rusman Yakub dari Partai Persatuan Pembangunan menerima semua masukan dan keinginan mahasiswa. Rusman Yakub yang sebelumnya juga merupakan anggota legislatif periode 2014-2019 menyatakan kesiapannya bekerja untuk rakyat.

“Kami siap untuk bekerja dan mengawasi proses pembangunan. Kami apresiasi masukan dari adik-adik.Hidup mahasiswa,” ujar Rusman.

Dalam masa transisi, politisi dari Partai Golkar, Makmur HP dan politisi dari PDIP Muhammad Samsun, ditetapkan sebagai Pimpinan dan Wakil Pimpinan DPRD Kaltim sementara.

Adapun perolehan kursi partai yang berhasil menghantarkan wakilnya sebagai anggota DPRD Kaltim periode 2019-2024 yaitu Partai Golkar 12 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 11 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya 8 kursi serta Partai Amanat Nasional 5 kursi. Selain itu, Partai Kebangkitan Bangsa sebanyak 5 kursi, Partai Keadilan Sejahtera 4 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 4 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, Partai Nasional Demokrat 2 kursi dan Partai Hati Nurani Rakyat satu kursi.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here