Sejumlah mahasiswa kesehatan di Samarinda berorasi pada Hari Tembakau Sedunia

Oleh : Mashardiansyah

Poskaltim.com, Samarinda — Aliansi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Kota Samarinda melakukan aksi damai saat memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang akan jatuh pada 31 Mei 2019.

Koordinator aksi HTTS, Achmad Maulidin mengatakan bahwa aksi ini mengacu pada keterangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menjelaskan, tahun 2019 terdapat 8,1 juta remaja di Indonesia telah terinfluens sebagai perokok yang aktif.

Dari data prevalensi perokok khususnya di Kaltim, yang masih cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain seperti kalimantan Selatan.

“Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, di tahun 2018 saja, remaja yang menjadi perokok aktif sudah mencapai 8,1 jiwa, bahkan saat ini terhitung sudah mencapai angka 60 juta penduduk Indonesia yang menjadi perokok aktif,” ujarnya saat menggelar aksi di simpang empat Mall Lembuswana Samarinda, pada Sabtu sore (25/5).

Achmad Maulidin menambahkan penggunaan tembakau di Indonesia, khususnya di Kaltim sudah cukup tinggi dan sudah mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Dirinya mengatakan bahwa dampak bahaya dari rokok, selain berbahaya bagi perokok aktif, juga berbahaya bagi perokok pasif yang berada di sekitarnya.

“Rokok bahayanya bukan saja menyerang si perokok aktif tapi juga berbahaya bagi perokok pasif. Dari dampak tersebut, bisa menyebabkan penyakit tidak menular, yang masih menjadi perhatian khusus bagi kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat juga menuntut Pemerintah Kota Samarinda, agar tegas dalam menurunkan reklame rokok, yang menyalahi Perwali Nomor 51 tahun 2012 yang mengatur tentang kawasan tanpa rokok sekaligus pengaturan pemasangan reklame rokok.

Selain itu, mahasiswa menuntut agar Pemkot Samarinda, mengeluarkan aturan agar rokok tidak diperjualbelikan pada anak-anak di bawah umur.

“Kan sudah ada Perwali nomor 51 tahun 2012, tentang kawasan tanpa rokok. Artinya apapun yang berhubungan dengan tembakau atau rokok dapat ditindak tegas oleh pemerintah,” tegasnya.(MSD/YAN)