Tari Hudoq yang menggunakan ropeng aneka karakter, menandai waktu musim tanam bagi masyarakat Suku Dayak di Kalimantan.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, mantap melaksanakan acara tahunan bertajuk “Hudoq Festival Cross Border Ke-2 tahun 2019”.

Kepala Dinas Pariwisata Kristina Tening menjelaskan Tari Hudoq dalam tradisi Dayak Kalimantan adalah tari topeng dengan aneka karakter hewan dan lain-lain yang digelar disaat musim tanam padi setiap tahunnya.

“Festival ini digelar setiap musim tanam padi, biasanya pada bulan Oktober, untuk mengharapkan doa dan keberkahan agar padi yang ditanam atau ditugal akan berbuah melimpah. Tidak itu saja, doa dan harapan keberkahan ini untuk semua mahluk baik di air, darat dan di udara serta tumbuh-tumbuhan,” ujarnya saat bertemu sejumlah media massa pada Selasa siang (15/10).

Dijelaskannya, kegiatan Hudoq Festival Cross Border ini merupakan dukungan Kementerian Pariwisata untuk daerah-daerah yang memiliki perbatasan darat dengan negara lain. Seperti halnya Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) ini yang berbatasan langsung dengan wilayah Sabah, Malaysia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mahakam Ulu, Kristina Tening.
Jika Hudoq Festival Cross Border tahun 2018 lalu mengambil tema “Penari Hudoq Terbanyak”, yaitu ditarikan oleh 2.000 orang penari, maka tahun ini mengangkat tema “Tari Hudoq Selama 24 Jam”.

“Dan ini sama seperti tahun lalu, yang kita usulkan tahun ini juga bisa masuk dalam rekor Museum Rekor Indonesia. Jadi menari tarian Hudoq selama 24 jam penuh,” harapnya.

Selain mengundang provinsi yang berbatasan langsung dengan negara lain, sebut saja Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat, panitia juga akan mengundang negara-negara sahabat yang wilayahnya berbatasan dengan wilayah Kalimantan. Saat ini, ujar Tenning, sudah ada konfirmasi kehadiran dari Miri, Sarawak, Malaysia.

Acara yang akan digelar pada 23-26 Oktober ini telah menjadi agenda tetap Kabupaten Mahakam Ulu, sebelum HUT Kabupaten yang jatuh pada bulan Desember.

Walau tari Hudoq banyak terdapat di beberapa tempat yang ada bermukim suku Dayak, seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Kutai Timur, namun Tening berharap, komunitas dan penari Hudoq terbanyak tetap berada di kabupaten termuda di Kaltim.

“Event penyelenggaraan yang kedua ini kami belajar banyak untuk membenahi kualitas penyelenggaraan. Kami ingin agar Festival Hudoq ini dapat dikenal dan menjadi ikon Kabupaten Mahakam Ulu. Jadi setiap menyebut tari Hudoq, maka orang akan berpikir identik dengan Kabupaten Mahulu,” harapnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here